FANDOM


Tak ada satupun yang berdiri di puncak dunia. Bukan kau, bukan aku, bahkan sang Dewa. Tapi kekosongan tak terelakkan dari singgasana di langit telah usai. Mulai sekarang... Akulah yang akan mendudukinya.
— Sōsuke Aizen dalam "end of hypnosis"


Sōsuke Aizen
Aizen Infobox
Status Karakter
Ras

Roh

Ulang Tahun

29 Mei[1]

Gender

Laki-laki

Tinggi

186 cm[1]

Berat

74 kg[1]

Status Profesional
Afiliasi

Diri sendiri

Afiliasi Sebelumnya

Gotei 13, Soul Society, Pasukan Arrancar

Pekerjaan

Shinigami

Jabatan Sebelumnya

Pemimpin Arrancar
Kapten Divisi 5
Letnan Divisi 5
Instruktur di Akademi Shin'ō[2]

Rekan Sebelumnya

Gin Ichimaru
Kaname Tōsen
Hirako Shinji
Momo Hinamori

Markas Operasi

Las Noches, Hueco Mundo

Status Pribadi
Pendidikan

Akademi Shin'ō

Zanpakutō
Shikai

Kyōka Suigetsu

Debut
Anime

Episode 23

Manga

Chapter 79

Pengisi Suara
Jepang

Shō Hayami

"Menatap matahari". - Tite Kubo[1]

Sōsuke Aizen (藍染 惣右介, Aizen Sōsuke) adalah mantan kapten Divisi 5 di Gotei 13. Sebelum dia meninggalkan Soul Society bersama pengikutnya, Gin Ichimaru dan Kaname Tōsen. Mantan letnannya adalah Momo Hinamori. Setelah berperang melawan Soul Society bersama Pasukan Arrancar, Aizen dikalahkan oleh Ichigo Kurosaki dan disegel oleh Kisuke Urahara, saat ini dia sedang dipenjara karena kejahatannya.

Penampilan

Aizen sebelum membelot

Penampilan Aizen sebelum meninggalkan Soul Society.

Sebelum pergi dari Soul Society, Aizen berpenampilan ringan dengan rambut coklat bergaya ilmuan ditambah kacamata kotak, serta mata coklat lembut. Dia memakai seragam Shinigami standar dengan haori kapten.[3] Saat dia pergi ke Hueco Mundo, dia melepas kacamatanya dan menyingkap rambutnya, memperlihatkan mata yang mengancam dan gaya rambut yang sangat berbeda; rambutnya sekarang mengarah kebelakang dengan sehelai yang menggantung didepan wajahnya.[4]

Di Hueco Mundo, Aizen awalnya memakai pakaian Arrancar diatas shihakushō-nya. Setelah Orihime Inoue dibawa ke Las Noches, Aizen memakai seluruh pakaian yang sama dengan Arrancar, lengkap dengan selempang merah muda dipinggangnya.

Setelah dia dikalahkan oleh Ichigo Kurosaki, Aizen kehilangan semua perubahan fisik dari transformasinya dan kembali ke bentuk sebelumnya.[5]

Kepribadian

Aizen adalah seorang yang sopan, ilmuan bernada lembut, sering menyapa bawahannya dengan nama yang diberikannya.[6][7][8][9] Dia jarang menunjukkan keluhan atau kesulitan, dan sering menyelesaikan situasi yang tak terduga. Disaat bertarung, Aizen terkesan sederhana dan tidak peduli, mencoba membuat percakapan dan sedikit pembicaraan, yang mana membuat keadaan memanas.[10][11][12][13]

Aizen awalnya nampak sangat baik, kapten yang disegani dan terkenal oleh banyak orang, terutama untuk letnannya, Momo Hinamori.[14] Tetapi, itu hanyalah topeng untuk menyamarkan tipuannya dan wataknya yang berbahaya. Sebenarannya, dia sedikit peduli dengan bawahnnya, dan berharap untuk memanfaatkan semua orang disekitarnya sebagai bidak untuk mencapai tujuannya.[15] Dia tak akan berhenti sejauh ambisi egoisnya,[16][17] bahkan untuk memanfaatkan dan membunuh siapa saja jika itu dianggap perlu. Dia sering bermain dengan bawahannya untuk hiburan belaka.[18][19]

Selama menjabat sebagai kapten, Aizen suka tofu tapi dia tidak suka dengan telur rebus. Saat senggang, dia sering membaca dan memberi pelajaran khusus kaligrafi di Akademi Shin'ō karena dia unggul dalam bidang seni ini. Kursus pilihan ini sangat terkenal diantara murid Shinigami, dan banyak dari mereka sangat sedih dengan hilangnya Aizen secara tiba-tiba.[20]

Sebagai pemimpin dari pasukan Arrancar, Aizen mengontrol kaki-tangannya dengan cara mendapat simpati atau paksaan. Ulquiorra Cifer mengungkapkan pada Orihime Inoue bahwa mereka semua disana untuk memenuhi keinginan Aizen.[21] Aizen tetap melihat seorang yang kasar seperti Grimmjow Jaegerjaquez sejalan melalui intimidasi dan permainan fikiran.[22][23] Arrancar Aisslinger Wernarr menyatakan kebanyakan Arrancar mengikutinya karena dia tak punya rasa takut, sesuatu yang keberadaannya lahir dari ketakutan dan keputusasaan menjadi inspirasi.[24]

Gin Ichimaru memahami emosi dan perasaan Aizen, ditunjukkan saat Aizen menyukai penyusupan Ichigo Kurosaki dan teman-temannya dan keberhasilannya masuk Las Noches, dimana itu diketahui oleh Aizen sendiri,[25] dan sedikitpun tidak terkejut oleh kedatangan Momo saat pertarungan di Kota Karakura Palsu.[26] Kebalikannya, Kaname Tōsen tak sedikitpun mengerti, dan telah menjadi korban dari permainan fikiran kecil Aizen ketika Aizen memanipulasinya untuk menghukum Grimmjow untuknya, sementara Aizen sendiri terus menunjukkan kemurahan hatinya.[27]

Tujuan Aizen sebenarnya adalah menggulingkan Raja Roh dari Soul Society. Ketika dia dan sesama kapten yang berkhianat berangkat dari Soul Society, dia bilang pada kapten Divisi 13, Jūshirō Ukitake "tak ada satupun yang berdiri di puncak dunia", bahkan Dewa sekalipun, tetapi dia menginginkan "berdiri di surga dan akhir dari kekosongan yang tak dapat ditahan di singgasana dunia".[28]

Menurut Kisuke Urahara, sejak menguasai Hōgyoku, Aizen menjadi kurang berhati-hati dalam pertempuran,[29] selama Aizen tidak membiarkan Urahara memakai Kido level 90 sebelum dia sepenuhnya menguasai Hōgyoku. Aizen mengakui kekuatan barunya memungkinkan dia untuk membiarkanya tidak perlu waspada.[30] Karena kekuatan yang baru ini, Aizen telah mengembangkan sikap arogan dan percaya diri, bahkan sering tidak memikirkan serangan atau pertahanannya seperti dulu, atau bahkan mengganggu untuk mengetahui efek dari lawan-lawannya dan serangannya sendiri. Dalam bentuk fusi terbarunya, ia telah mengembangkan sebuah kompleks superioritas rumit, meyakini dia sekarang di atas Shinigami dan Hollow.[31] Karena sikap yang superior dan kecerdasan yang tinggi itu, Aizen dengan mudah marah saat menghadapi sesuatu atau seseorang yang tidak dia mengerti; misalnya, ketika menyaksikan Ichigo Kurosaki menggunakan Saigo no Getsuga Tenshō, Aizen menjadi geram karena ia tidak dapat memahami bagaimana seorang manusia telah melampaui dia.[32]

Riwayat

Letnan Aizen

Aizen saat menjadi letnan Divisi 5.

Dahulu, tidak diketahui waktunya, Aizen menjadi bagian dari Divisi 5 dibawah kapten Shinji Hirako.[33] Dia berusaha sendirian dalam penelitian dan pembuatan Hōgyoku bahkan sebelum Kisuke Urahara.[34] Untuk tujuan ini, dia mengorbankan ratusan Shinigami dan penduduk Rukongai yang berpotensi menjadi Shinigami untuk Hōgyoku-nya, tapi itu tidak membuatnya puas. Suatu saat, Gin Ichimaru kecil melihat Aizen bertemu dengan tiga Shinigami lain yang berlutut kepadanya. Salah satu Shinigami memberikan Hōgyoku, memintanya untuk meletakkannya di sebuah kaca dan membawanya kembali ke Shinigami.[35] Aizen dan bawahannya meninggalkan Rangiku Matsumoto yang tidak sadar dari kejauhan.[36] Aizen sebenarnya membuat Shinji tertarik, dan mempromosikannya menjadi letnan dengan harapan bisa melihatnya dari dekat,[37] tetapi tindakan Shinji malah membantu lebih jauh terwujudnya rencana Aizen.[38]

Aizen dan Shinji

Aizen bersama Shinji Hirako.

110 tahun yang lalu, Aizen memasuki divisi 5 tempat berdiam kaptennya. Dia dan Shinji membahas gaya dan tren sebelum mereka menghadiri upacara promosi yang diadakan di markas Divisi 1. Ketika mereka kesana, dia melihat letnan Divisi 12 Hiyori Sarugaki menendang kaptennya, dan terlibat dalam perdebatan yang kekanak-kanakan. Dia mengawasinya ketika kapten lain berkumpul dan berdiskusi tentang keadaan Gotei 13. Mendengar Kapten Divisi 8 Shunsui Kyōraku menyebutkan bahwa kapten lama Divisi 12 telah dipromosikan, Aizen menyela dan bertanya apa maksudnya itu. Awalnya Aizen mengira promosi itu ke Pusat 46 tapi Shunsui menjelaskan tak ada yang bisa dilakukan disana, dan memberitahu bahwa sebenarnya kapten Divisi 12 sebelumnya Kirio Hikifune telah disetujui menjadi Penjaga Kerajaan, Aizen langsung terkejut.[39]

Shinji mengungkap Aizen

Shinji mengungkap persembunyian Aizen.

Malamnya, setelah penunjukan Urahara menjadi kapten Divisi 12, Shinji sedikit mengobrol dengannya tentang perannya sekarang sebagai kapten. Ketika selesai, Shinji mengungkap keberadaan Aizen, yang telah bersembunyi dibalik kamuflase. Dengan memuji kaptennya, Aizen bertanya kapan dia merasakan kehadirannya disana. Shinji menyatakan tahu sejak Aizen masih dalam kandungan, kemudian meminta Aizen mengikutinya. Tanpa basa-basi, Aizen berkata betapa menakutkannya orang seperti Shinji, memaksa Shinji berkata kalau Aizen lah yang menakutkan. Malam berikutnya, Aizen melihat Gin membunuh pemilik kursi ke-3 di divisinya. Karena terkesan dengan kemampuan Gin, Aizen bertanya bagaimana dia melakukan itu, memaksa Gin berkata kalau itu pertarungan yang menyedihkan.[40]

9 tahun kemudian, Shinji dan Aizen berjalan disekitar Seireitei ketika mereka melewati Urahara, Hiyori dan kursi ketiga Divisi 12, Mayuri Kurotsuchi. Ketika Shinji lagi-lagi bercek-cok dengan Hiyori, Aizen bertanya pada Urahara sudahkah dia mendengar berita baru-baru ini. Urahara berkata pada Aizen belum tahu, lalu Shinji memberitahu Urahara tentang rentetan pembunuhan aneh yang terjadi di Rukongai dan memberitahu kalau Divisi 9 sudah ditugaskan untuk menanganinya.[41][42]

Shunsui melihat Aizen

Shunsui melihat "Aizen".

Bersamaan dengan menghilangnya Divisi 9, Kapten-Komandan Genryūsai Shigekuni Yamamoto mengadakan rapat darurat dan membentuk sebuah tim untuk penyelidikan. Setelah terjadi kontak dengan Hollowfikasi anggota Divisi 9, tim investigasi diserang oleh orang yang tak terlihat.[43] Saat tim investigasi masih melakukan pencarian, Shunsui dan beberapa Shinigami lain waspada melihat seseorang yang percaya kepada Aizen.

Kemudian terungkap bahwa pemilik kursi ke-5 Divisi 9, Kaname Tōsen yang sebenarnya mengkhianati Divisi 9, setelah menikam Kensei Muguruma di punggungnya dan membunuh Heizō Kasaki, Shinobu Eishima, dan Tōdō Izaemon yang menemani Kensei. Dia sesudah itu melumpuhkan tim dengan mengirimnya ke tempat anggota Divisi 9 yang hilang dengan Bankainya. Ketika Shinji yang terluka bertanya pada Tōsen kenapa dia mengkhianati kaptennya, dia terkejut malah dijawab oleh Aizen, dia menyatakan Tōsen tidak mengkhianati siapapun dan dengan senang hati mengikuti perintahnya.[44]

Aizen berkhianat pada Shinji

Aizen mengaku berkhianat pada Shinji.

Ketika Shinji mengakui dia tidak terkejut dia seperti itu, Aizen bertanya jika dia mencurigainya dan menyatakan bahwa dia memang mengharapkan ini dari kaptennya. Menjelaskan tentang bagaimana dia bisa tahu sesuatu yang berbahaya tentang Aizen dan tidak dapat dipercayanya dia,[45] Shinji berkata dia memilih Aizen sebagai letnannya sehingga bisa terus mengawasinya, memaksa Aizen untuk menyatakan terima kasihnya karena Shinji tidak mencurigai pada sesuatu yang seharusnya sangat dia ragukan. Ketika Shinji berkata dia sudah tahu bahwa dia yang mencurigainya, Aizen mengungkap Shinji tidak yakin yang berjalan dibelakangnya pada bulan yang lalu adalah Aizen sendiri. Saat menjelaskan kekuatan Zanpakutōnya, Kyōka Suigetsu, Aizen memberitahu Shinji dia akan dapat melihat tipuan Aizen dengan mengambil sedikit perbedaan antara Aizen sendiri dan Aizen palsu jika dia lebih dekat pada Aizen seperti kapten lain dengan letnannya, tapi kekurangan kepercayaannya yang membuat mereka tidak bisa dekat dan mebuat Aizen bisa membodohi Shinji. Walau dia pasti bisa menolak untuk menjadi letnan Shinji, Aizen mengungkapkan dia memutuskan tidak melakukan ini karena sikap skeptis kaptennya membuat posisi ini bagus untuk menjalankan rencananya. Ketika Aizen menyalahkannya telah menyebabkan keadaan sulit dan menyedihkan ini, Shinji langsung terpengaruh dengan ini, yang memicu percepatan proses Hollowfikasi. Setelah berterimakasih pada Shinji karena mudah terpengaruh, Aizen menemukan hubungan pengaruh Hollowfiaksi dengan emosi yang gelisah.[46] Setelah Aizen memberi perintah pada Tōsen untuk menebas letnan Divisi 12 Hiyori Sarugaki, lalu berterimakasih pada Shinji karena membantunya dan mengangkat pedangnya diatas kepala untuk membunuh Shinji, tiba-tiba dia diserang Urahara yang membuat lencana letnannya terlepas.[47]

Aizen melawan Tessai dan Urahara

Aizen berhadapan dengan Urahara dan Tessai.

Aizen dan Urahara berdialog singkat tentang apa yang sedang terjadi, dengan Aizen berlagak tak bersalah dulu sampai Urahara menyimpulkan bahwa tim investigasi tidak hanya mngalami luka ringan tetapi dalam proses Hollowfikasi. Mengomentari kesimpulan Urahara, Aizen mengungkapkan dirinya sendirilah dibelakang kasus hilangnya orang di Rukongai. Tanpa melihat tindak kejahatannya bersama Gin dan Tōsen, Aizen berkata tak ada lagi yang dapat dilakukan disana. Ketika Tessai menembakkan Hadō #88. Hiryū Gekizoku Shinten Raihō pada mereka, Aizen menahannya dengan Bakudō #81. Dankū, sehingga mereka bisa kabur.[48]
Aizen kapten dan Gin Letnan

Aizen menjadi Kapten dan Gin letnan.

Pada waktu yang sama setelah kejadian Hollowfikasi, Aizen menjadi kapten Divisi 5, dan akhirnya memberitahu Gin rahasia untuk menghindari hipnosis sempurna dari Kyōka Suigetsu.[49] Dia kemudian menjadikan Gin sebagai letnannya.[50] Melanjutkan penelitiannya pada Hollow agar bisa merubah mereka menjadi Shinigami, Aizen membuat Hollow yang mirip Shinigami, seperti Metastacia dan Menos yang mampu menyembunyikan Reiatsu-nya.[51] Sambil menguji jenis Menos, Aizen dan Gin sempat menyelamatkan murid akademi tahun pertama Momo Hinamori, Izuru Kira, dan Renji Abarai dari mereka (Menos).[52] Dengan ketertarikan pada mereka, Aizen mewujudkan potensi mereka dan menempatkan semuanya pada divisinya. Ketika Izuru dan Momo yang patuh dan loyal masing-masing menjadi letnan dari Divisi 3 dan Divisi 5, Renji yang terbukti suka menentang[53] lalu dipindahkan ke Divisi 11, kemudian dipindah lagi ke Divisi 6 dan menjadi letnan.[54]

Gin dan Tōsen lalu menjadi kapten dari Divisi 3 dan 9, masing-masing, tapi kepatuhannya hanya pada Aizen. Menurut Aizen, walau Momo yang menjadi letnannya, dia selalu berfikir kalau Gin-lah yang menjadi bawahannya.[55]

Aizen bertemu Baraggan

Aizen bertemu Baraggan di Hueco Mundo.

Pada saat masa-masa menjabat kapten, Aizen, Gin dan Tōsen diam-diam mengunjungi Baraggan Louisenbairn, Raja dari Hueco Mundo dan Penguasa Las Noches . Dia dan Baraggan terlibat dalam percakapan sambil meminta Baraggan untuk melihat Zanpakutō-nya. Ketika Aizen bertanya apakah dia bahagia di posisinya sekarang dan bagaimana jika dia mau bergabung dengan Aizen dalam dunia baru dimana mendapat kekuatan yang lebih besar, Baraggan menolak gagasan ini dan menyatakan tak ada kekuatan yang lebih hebat dari ini. Dengan merilis Shikai-nya, Aizen menunjukkan Baraggan hancurnya pasukannya, demikianlah dia akan menaklukkannya nanti. Inilah yang membuat permusuhan besar antara Baraggan dan Aizen, yang berjanji akan menghilangkan ancaman Aizen selamanya.[56]

Suatu saat setelah Insiden Hollowfikasi dan selama masanya dan Isshin Shiba menjadi kapten, Aizen, Gin dan Tōsen masih bekerja dalam penelitian Hollowfikasi dan berusaha untuk menemukan kelompok Shinji dkk. Dia memberitahukan sesama komplotannya untuk bersabar dan tenang bahwa semua berjalan sesuai rencana.[57]

Segera setelah ini, Aizen dan dua kawannya melihat pertarungan antara Isshin dengan salah satu hollow ciptaannya dari monitor, Aizen juga kaget mengapa sekarang berada di Kota Naruki.[58] Ketika Tōsen menyatakan bahwa Isshin tidak melapor saat dia pergi dan Gin berkata ini bisa menjadi masalah besar, Aizen menjadi berminat dengan peristiwa ini, merujuk pada kedatangan Isshin akan membuat sesuatu yang tak terduga dan bertanya apakah bisa melihat pertarungannya dari jarak dekat.[59] Kemudian, ketika dia tiba di tempat pertarungan bersama Gin dan Tōsen, mereka memakai mantel penyembunyi Reiatsu, Aizen menebas Isshin dari belakang.[60] Dia berkomentar kualitas mantel buatan Urahara dan betapa mudahnya mencampurkan Kidō kedalamnya sehingga pemakainya bisa menyatu dengan udara, Aizen bersiap pergi, dengan menyatakan bahwa Isshin tak dapat menggunakan Bankai dalam keadaannya sekarang dan menganggap Hollow ciptaanya gagal jika bisa kalah hanya dengan Shikai seorang Kapten. Setelah Tōsen mengungkapkan keinginannya untuk memanggil percobaannya "White" sebab ini adalah kali pertama menggunakan sebuah roh Shinigami, Aizen berkata hal itu ironis jika memanggil Hollow itu "White" karena didalam serba putih sementara tampilan luarnya terbungkus hitam sempurna. Setelah mengamati pertempuran sesaat, Aizen dan keduanya melihat keterlibatan sorang Quincy dalam pertarungan yang tentu mengejutkan mereka bertiga. Ketika Tōsen ingin melenyapkannya, Aizen menghentikannya dan ingin sekali melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.[61][62]

Aizen menjadi waspada akan keberadaan Ichigo Kurosaki ketika dia lahir.[63] Memahami arti dari kelahirannya, Aizen memutuskan untuk membantu perkembangan Ichigo sebagai rencananya. Untuk tujuan ini, dia menempatkan Rukia Kuchiki berada di Kota Karakura. Aizen juga memasang rintangan yang akan memaksa Ichigo tumbuh lebih kuat, termasuk Hollow yang menyerang keluarganya dan Menos Grande yang muncul ketika Uryū Ishida menggunakan umpan Hollow.[64][65]


Plot

Soul Society arc

Mayat palsu Aizen

Mayat palsu Aizen yang diciptakan Kyōka Suigetsu.

Ketika Rukia Kuchiki dibawa kembali ke Soul Society bersamaan dengan Hōgyoku yang disembunyikan dalam tubuhnya, Aizen memanipulasi semua orang kedalam konspirasi yang rumit dengan membunuh semua anggota Central 46 dan mulai mengubah jadwal eksekusi Rukia.[66][67] Dia mulai menanamkan prasangka didalam Soul Society, berawal berbicara tentang kemungkinan adanya konspirasi dengan Letnan Divisi 6, Renji Abarai,[68] dan mencoba untuk menggunakan tindakan ikut campur Gin Ichimaru yang memukul mundur Ichigo Kurosaki dan penyusup lain untuk menyusun kecurigaan ditengah berkumpulnya kapten, khususnya Kapten Divisi 10, Tōshirō Hitsugaya, yang menyaksikan pembicaraan mereka berdua.[69] Kemudian Aizen menggunakan kekuatan Zanpakutō-nya untuk mengelabuhi orang-orang agar percaya dia telah dibunuh,[70] dan meminta Gin membuat orang-orang percaya bahwa Gin sendirilah yang menjadi pembunuhnya.[71]

Aizen membuat letnannya, Momo Hinamori, untuk percaya dia telah dibunuh oleh Hitsugaya, teman masa kecilnya, agar tidak menghalanginya.[72][73][74][75] Karena berbagai sikap atas metode hukuman dan eksekusi Rukia, Gotei 13 terpecah menjadi beberapa golongan dan para kapten mulai bertarung sendiri. Selama kekacauan berlangsung, Gin mulai melakukan tindakan yang jelas dari rencananya, dia mulai mengungkapkan saat Kapten Divisi 4, Retsu Unohana mulai curiga ada yang aneh dengan jasad yang dicurigai sebagai Aizen.[76]

Dengan menggunakan kamera terbang, Aizen melihat Ichigo yang berhollowfikasi bertarung dengan Kapten Divisi 6, Byakuya Kuchiki dari Institut Penelitian dan Pengembangan Shinigami. Kemudian, Gin mendekati Aizen dan bertanya-tanya apa benar jika Ichigo sudah mengalami Hollowfikasi. Ketika Ichigo memperoleh kembali kendali atas tubuhnya, Gin merasa kurang puas, tapi Aizen menjelaskan tak ada yang perlu dikhawatirkan.[77] Dengan menyatakan bahwa ini berjalan sesuai rencana, semuanya akan dimulai dari sekarang.[78]

Aizen dan Gin berkhianat

Aizen mengungkapkan Gin sebagai bawahannya.

Aizen mengungkapkan sendiri bahwa hampir membunuh letnannya dan mengalahkan Hitsugaya.[79][80] Saat berkomentar betapa indahnya melihat salju tahun ini, Aizen dihentikan Unohana, yang telah mengetahui ada yang salah dengan pasukan bonekanya, hanya agar Aizen menunjukkan pasukan bonekanya dan mengungkapkan pada Unohana dan letnannya, Isane Kotetsu, kekuatan sebenarnya dari Zanpakutōnya. Ini membuat Unohana menyimpulkan tata cara agar terpengaruh oleh hipnosis, setelah Aizen mengungkap bahwa Kaname Tōsen selalu menjadi bawahannya karena dia tak bisa melihat (buta). Aizen menyuruh Gin membawa mereka berdua ke Bukit Sōkyoku, dimana Tōsen telah membawa Renji dan Rukia padanya.[81]
Aizen menghancurkan Bankai Renji

Aizen menghancurkan Shikai Renji.

Ketika Aizen meminta Renji untuk menyerahkan Rukia, Renji langsung menolak. Karena sikap keras kepala Renji, Aizen berkata itu tidak apa-apa jika Renji ingin tetap membawa Rukia, tapi dia harus meletakkan tangannnya dibelakang. Dengan menarik pedangnya, Aizen lalu menyerang Renji, tapi Renji berhasil menarik pedangnya tepat waktu untuk menahan serangan Aizen, membiarkan tangan kanannya yang terluka. Menyanjung kemampuan Renji dalam menghindar, Aizen merasa senang dengan kemampuannya yang meningkat karena ia dulu adalah bawahannya.[82][83][84] Berkata pada Renji bahwa tak usah berusaha lebih keras karena kesulitan sambil menahan kekuatannya, Aizen menyatakan tak tahan jika melihat bawahnnya harus mati.[85]
Ichigo menghadang Aizen menebas Renji

Aizen berniat membunuh Renji tapi berhasil dihentikan Ichigo.

Menolak tuntutan itu, Renji bertanya mengapa Aizen tega membunuh Momo. Aizen berkata kalau itu suatu bentuk kasihan karena dia telah melatih Momo agar dia dapat hidup tanpanya, Renji menjawab kalau Aizen bukan seperti kapten yang pernah dia kenal, membuat Aizen berkata kalau dia masih sama, hanya saja Renji ataupun orang lain tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dirinya. Ketika Renji menyerang Aizen dengan Shikainya, Aizen menahannya hanya dengan tangan kosong dan dengan mudahnya menghancurkan pedang Renji menjadi beberapa bagian sambil menebas Renji. Saat Renji masih nekat tidak mau menyerahkan Rukia, Aizen berniat membunuhnya, yang kemudian dihentikan oleh Ichigo.[86]
Aizen mengalahkan Ichigo

Aizen dengan mudah mengalahkan Ichigo.

Ichigo bergabung dengan Renji, tetapi walaupun setelah Renji menggunakan serangan terkuat Shikainya untuk membuka jalan bagi Ichigo, serangannya tidak mempan. Memamerkan kekuatannya dengan menahan pedang Ichigo menggunakan satu jari lalu menebasnya, Aizen lalu mengalahkan Renji dan mendekati Rukia. Aizen lalu menyeret Rukia,[87] dan menjelaskan rencananya pada Ichigo yang terluka kritis namun masih sadar, kemudian Kapten Divisi 7 Sajin Komamura muncul lalu menyerangnya.[88] Setelah Komamura terkena Hadō #90. Kurohitsugi,[89] Aizen mengambil Hōgyoku dari tubuh Rukia berdasarkan informasi dari penelitian rahasia Kisuke Urahara di ruang Central 46. Dia terkejut karena cara itu tidak membunuh Rukia dan karena tidak berguna lagi, Aizen meyuruh Gin membunuh Rukia yang langsung dihadang Kapten Divisi 6 Byakuya Kuchiki.[90] Aizen lalu berbalik, lalu bersiap menarik Zanpakutō-nya untuk membunuh Rukia sendiri, tapi lalu dihentikan Yoruichi Shihōin. Ketika dia terancam terbunuh oleh Zanpakutō Kapten Divisi 2 Soifon, jika dia bergerak sedikit saja, Aizen menyebut Yoruichi memiliki wajah yang mengingatkan masa lalu dan berkata bagaimana mereka berdua bisa mengejarnya kalau sambil melawan Penjaga Gerbang yang terhipnotis. Ketika Kūkaku Shiba dan Jidanbō Ikkanzaka datang untuk membantu mereka, Gin tertahan oleh letnan Divisi 10 Rangiku Matsumoto dan meminta maaf tidak bisa membantu Aizen. Ketika mereka terkepung oleh semua Kapten dan Letnan dari Gotei 13 yang masih bisa bergerak, Aizen malah tersenyum dan berkata inilah waktunya.[91] Mengetahui ada yang salah, Yoruichi segera berlari dan meminta Suì-Fēng juga menjauh. Ketika Aizen, Gin dan Tōsen disinari cahaya, Kapten-Komandan Genryūsai Shigekuni Yamamoto menyuruh semua mundur dan mengungkapkan jika mereka bertiga tidak bisa disentuh lagi saat diselimuti cahaya, yang bernama Negación itu, sebuah dunia terpisah yang diciptakan Menos Grande ketika menyelamatkan salah satu dari mereka yang membawanya ke Hueco Mundo.[92]
Aizen pergi ke Hueco Mundo

Aizen pergi ke Hueco Mundo.

Sembari berangkat, Aizen melepas kacamatanya dan merubah gaya rambutnya dengan menyisirnya menggunakan tangan.[93][94][95] Ketika kacamatanya lenyap menjadi debu, Aizen mengumumkan tujuannya untuk menguasai dunia di surga dan mengambil tempat Dewa yang kosong, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya.[96][97] Sebelum akhirnya naik kedalam portal yang diciptakan oleh kedatangan Menos, dia mengucapkan selamat tinggal kepada para Shinigami yang ada dan mengatakan kalau Ichigo adalah Manusia yang sangat menarik.[98][99][100]


Arrancar arc

Aizen di Las Noches

Aizen menduduki tahtanya di Las Noches.

Mulai dari sini, Aizen merubah gaya pakaiannya menyerupai Arrancar dan mulai menciptakan beberapa Arrancar. Saat itu juga, dia bertemu Coyote Starrk dan Lilynette Gingerbuck serta terkesan dengan gunung dimana Hollow banyak yang mati didekatnya. Ketika Aizen bertanya pada Starrk kalau para Hollow itu dibunuh olehnya, Starrk bilang kalau Hollow itu hanya mati begitu saja. Saat Aizen mengajak Starrk untuk bergabung dengannya sebagai sekutu, Starrk yakin Aizen memang kuat dan setuju untuk bergabung.[101] Kemudian, Aizen mengirim Grand Fisher dan dua Hollow yang kuat lainnya ke Dunia Manusia. Grand Fisher dibunuh oleh Isshin Kurosaki, dan dua lainnya oleh Ryūken Ishida.[102][103] Isshin dan Urahara memperkirakan kalau Aizen mengirim pseudo-Arrancar itu untuk mencari informasi tentang Ichigo.[104]

Kemudian, Aizen mengirim Ulquiorra Cifer dan Yammy Llargo untuk menemukan Ichigo lalu melaporkan hasilnya. Mereka hampir membunuh Tatsuki Arisawa, Yasutora Sado, dan Orihime Inoue, serta banyak orang yang sedang berada di taman.[105] Setelah tugasnya selesai, Ulquiorra dan Yammy berkumpul untuk pertemuan bersama Aizen dan 20 Arrancar lain (ikut juga sesama anggota Espada yaitu Grimmjow Jaegerjaquez dan Tier Harribel). Ulquiorra menggunakan Solita Vista untuk menampilkan apa yang dia lihat pada Aizen dan lainnya. Setelah Grimmjow dan Shawlong Koufang bertanya mengapa mereka tidak membunuhnya sesuai perintah, Aizen menyatakan terkesan dengan pekerjaan Ulquiorra.[106] Kemudian, Grimmjow dan enam Fracciónnya, menyerbu Kota Karakura tanpa perintah, memaksa Kaname Tōsen untuk pergi menyusul, membawa kembali Grimmjow (Fracciónnya telah terbunuh selama tugas tidak resmi mereka), dan menghukum Grimmjow sendiri ketika Aizen menolak untuk bertindak.[107]

Lalu, setelah meneliti kekuatan Orihime, Aizen memutuskan untuk memulai serangan lain ke Kota Karakuara, menyuruh Ulquiorra memilih anggota untuk penyerbuan, meskipun Aizen secara pribadi mengirim Grimmjow.[108] Ulquiorra, Grimmjow, Yammy, Luppi Antenor, dan Wonderweiss Margela dipilih untuk menyerbu Kota Karakura dengan tujuan menculik Orihime. Ulquiorra berhasil memaksa Orihime untuk bergabung kesisi Aizen dan membawanya ke Las Noches, dimana dirinya menunjukkan kekuatannya dengan mengembalikan tangan kiri Grimmjow yang diamputasi serta mengungkapkan pada para Arrancar bahwa kekuatan Orihime adalah membatalkan, yang artinya dia bisa "membatalkan" apapun yang telah terjadi.[109]

Hueco Mundo arc

Aizen Gin dan Tosen

Aizen, Gin, dan Tōsen menghadiri pertemuan Espada.

Aizen memanggil semua Espada untuk berkumpul, mengundang mereka untuk minum-minum teh.[110] Sambil mereka menikmati tehnya, Aizen mengungkapkan pada mereka kedatangan Ichigo, Uryū, dan Sado. Ketika para Espada menganggap kalau mereka bertiga bukanlah ancaman, Aizen memperingatkan jangan meremehkan ketiganya dan memberitahu sepak terjang mereka di Soul Society. Ketika Aizen menyatakan kalau Orihime salah satu anggota kelompok mereka yang hilang dan mereka akan menyelamatkannya, Grimmjow langsung berdiri dan menyatakan akan menghancurkan musuh atas nama Aizen. Aizen lalu menghentikannya, dan terpaksa mengancam Grimmjow dengan Reiatsunya yang membuatnya ragu dan kembali. Ketika Grimmjow terbawa ketakutan oleh Reiatsu Aizen yang besar, Aizen meminta para Espada lain kembali ke tempat masing-masing dan menunggu dengan baik. Dan berkata tidak usah khawatir, Aizen juga berkata jangan merasa takut karena tidak ada satupun yang bisa mengalahkan mereka selama berada bersamanya.[111]

Suatu saat, Aizen bertemu Orihime yang dibawa ke ruangannya oleh Loly Aivirrne dan Menoly Mallia. Setelah menyuruh kedua Arrancar itu pergi jauh, Aizen menunjukkan Hōgyoku pada Orihime. Meminta Orihime mengartikan kalau dia menunjukkannya Hōgyoku sebagai tanda Aizen percaya padanya, Aizen lalu meminta Orihime memakai Sōten Kisshun untuk membatalkan beberapa kerusakan kecil yang terjadi pada Hōgyoku yang berulangkali terbangun sendiri.[112]

Mengikuti saat kedatangan Ichigo dan teman-temannya di Las Noches, Aizen diberitahu berita kematian Dordoni Alessandro Del Socaccio oleh sebuah pesan. Tak terkejut dengan kekalahan Dordoni, Aizen malah merasa terkejut atas usaha Ichigo mengalahkannya. Berdasar pesan yang tidak jelas siapa pengirimnya, Aizen menuntut untuk mengetahui siapa yang mengirim Exequias yang memburu Dordoni. Ketika pesan itu tidak dijawab, Szayelaporro Granz ikut campur dan mengungkapkan kalau dialah yang melakukannya sebelum meminta maaf pada Aizen. Ketika Szayelaporro akan pergi, Aizen memintanya untuk terus melaporkan padanya lain waktu, membuat Szayel terkejut, sebelum bertanya apakah catatan Reiatsu yang diperoleh dari Dordoni akan membantu dalam penelitiannya. Setelah itu, Szayelaporro pergi.[113] Kemudian, Gin yang dari tadi bersama Aizen, bertanya apakah Aizen tenang-tenang saja walaupun bawahannya kalah, memaksa Aizen mengakui kalau perasaanya sekarang seperti sebuah kegembiraan.

Rencana Aizen

Aizen mengungkap tujuan sebenarnya.

Setelah Aaroniero Arruruerie, Szayelaporro, Zommari Rureaux, Grimmjow, dan Nnoitra Gilga dikalahkan oleh Ichigo, temannya dan para kapten Shinigami yang datang menyerbu, Aizen meminta Coyote Starrk membawa Orihime padanya. Memberitahu Orihime untuk tetap tersenyum dan menunggu sambil menyaksikan penghancuran Kota Karakura, Aizen lalu meminta Tōsen mengaktifkan Bakudō #77. Tenteikūra. Dengan menggunakan ini, Aizen mengungkapkan alasan sebenarnya menculik Orihime kepada Ichigo dan yang lainnya, bahwa dengan menculik Orihime, akan membuat Ichigo dan temannya melakukan penyelamatan, dengan demikian mengurangi aset perang Soul Society, dan ketika empat kapten membantu penyelamatan Orihime, ditambah dengan tiga yang sudah membelot, Soul Society telah kehilangan separuh dari kekuatannya, jadi dia dan pasukannya sekarang siap untuk menyerang. Berangkat dengan Gin, Tōsen, Tier Harribel, Baraggan Louisenbairn, Starrk dan para Fracciónnya untuk menyerbu Kota Karakura, Aizen mempercayakan Las Noches kepada Ulquiorra.[114]

Fake Karakura Town arc

Dengan dimulainya serangan ke Kota Karakura, Aizen menyegel portal yang digunakan Ichigo dan lainnya untuk masuk Hueco Mundo, lebih baik menjebak mereka disana sampai dia kembali, dan menyerahkan tanggung jawab Las Noches kepada Ulquiorra.[115] Ketika Soul Society membuat replika dari kota Karakura, Aizen merenungkan bagaimana dia harus berjalan ke Soul Society untuk menghancurkan kota yang asli setelah dia dan pasukannya dikalahkan para kapten yang tersisa. Sebelum kelompoknya mulai beraksi, Aizen terjebak dalam Jōkaku Enjō milik Yamamoto bersama Gin dan Tōsen yang membuatnya tidak bisa bertarung. Dia mengakui kalau tindakan itu tidak berarti apa-apa, Aizen menyatakan kalau kekuatan Espada-nya sudah cukup untuk mengalahkan Gotei 13.[116]

Ketika Momo datang di Kota Karakura Palsu untuk membantu Rangiku Matsumoto, Aizen terlihat tertarik terlihat dari matanya ketika merasakan kehadiran mantan letnannya, yang dia kira sudah dibunuhnya, masih hidup. Ketika Gin bertanya apa ada yang salah, Aizen berkata kalau kehadiran Momo tidak berarti apa-apa.[117]

Aizen Gin dan Tosen bebas

Aizen, Gin dan Tōsen terbebas dari Jōkaku Enjō berkat Hooleer.

Karena Aizen datang di Kota Karakura bersama dengan Wonderweiss, teknik Hooleer bisa memadamkan api Jōkaku Enjō dengan nafasnya. Sambil menyatakan kalau aroma kematian yang semerbak, Aizen berjalan bebas dengan dua kawannya dan berkata aromanya cocok dengan situasi ini. Ketika semua diperingatkan akan kehadiran Aizen, Letnan Divisi 3 Izuru Kira takut kalau sampai Soul Society kalah, sampai para Visored datang.[118] Setelah bertarung sebentar melawan kelompok Gillian, Shinji Hirako menantang Aizen. Bermaksud untuk menebas Aizen, Shinji langsung dihentikan oleh Tōsen ketika Aizen hanya melihatnya.[119]

Shinji menyerang Aizen

Shinji menyerang Aizen.

Saat pertarungan berlanjut, Baraggan yang hampir mati, melemparkan kapaknya pada Aizen dengan putus asa, bermaksud untuk membunuh seseorang yang menyebabkan Baraggan kehilangan posisinya sebagai Raja Hueco Mundo, tapi Respiranya sendiri menghancurkan kapaknya sebelum menyentuh Aizen dari kejauhan. Ketika Starrk dan Harribel keduanya memperhatikan ini, Starrk berkata kalau Aizen tidak mengatakan apa-apa dengan kematian Baraggan.[120]

Aizen menebas Harribel

Aizen menebas Harribel.

Mengetahui kekalahan Starrk saat dia jatuh ke tanah,[121] Aizen kemudian berganti memperhatikan pertarungan antara Harribel melawan Hiyori Sarugaki, Lisa Yadōmaru, dan Tōshirō Hitsugaya. Menghentikan pertarungan antara Gin dan Shinji, Aizen berkata pada Gin kalau itu sudah cukup dan menyatakan harus segera menyelesaikan pertarungan ini. Dengan Shunpo, Aizen tiba-tiba muncul didekat Harribel lalu menebas lurus diperut dengan Zanpakutō, yang membuatnya terluka serius. Ketika Harribel terkejut, Aizen mengatakan padanya kalau Harribel tidak cukup kuat bertarung untuknya lalu mengajak Gin dan Tōsen pergi.[122]

Saat Aizen mengeluhkan pada Harribel kalau dirinya sendiri lebih kuat dari seluruh Espada, dan telah melewati banyak masalah untuk mengumpulkannya, Harribel yang sangat marah menusuknya dengan pedang. Ketika Aizen menyatakan kalau berurusan dengannya sangatlah menyedihkan, Harribel yang terkejut menyadari dia sudah terkena ilusi, dan dia telah terkena tikaman dibahu kirinya oleh Aizen. Berkata pada Harribel tidak akan membiarkannya mengangkat pedang padanya lagi, Aizen lalu menyarungkan pedangnya. Kemudian Harribel jatuh ke bawah reruntuhan kota, Aizen berkata pada semua untuk datang melawannya.[123]

Ketika Shinji memperingatkan Visored lain jangan terlalu cepat mendekati Aizen, Aizen berkata kalau dia sudah mati 100 tahun yang lalu, jadi mereka tidak usah takut. Kesal dengan Aizen, Hiyori yang mengamuk lalu ditebas oleh Gin.[124]

Mendekat ke Hiyori, Shinji dengan gusar menatap Aizen, dan menyatakan kalau akhir hidupnya sudah didepan mata. Ketika Aizen berkata akan menghunus pedangnya khusus untuk dirinya, Shinji mendekati mantan letnannya untuk mengajaknya bertarung. Ketika Shinji menyuruh yang lain untuk menunggu Ichigo datang, Aizen bertanya pada Shinji mengapa dia berharap takdirnya ada pada Ichigo. Lalu Shinji berkata pada Aizen tidak berharap dia mengerti sebab bahkan dirinya tidak percaya pada pengikutnya sendiri, Aizen menjawab hanya orang lemah yang bergantung pada orang lain. Menanggapi pertanyaan Shinji bagaimana bisa dia berkata seperti itu pada semua pengikutnya, yang untuk meyakinkan semuanya Aizen pasti telah meminta mereka percaya padanya, Aizen menyatakan kalau itu salah karena dia tidak pernah meminta untuk percaya padanya sedikitpun. Mengungkapkan dia berkata hanya agar berjalan bersamanya, tapi tidak pernah meminta mereka percaya padanya, dan telah meminta mereka jangan percaya siapapun, termasuk dirinya, Aizen mengira tidak ada yang cukup kuat untuk melakukan itu. Kemudian menjelaskan lagi bagaimana semua orang berharap untuk percaya pada sesuatu yang lebih tinggi dari mereka sendiri, dan dia akan menjadi Dewa dimana semua orang berharap dan menempatkan keyakinan didalamnya.[125]

Berkomentar saat Aizen menarik pedangnya, Shinji bertanya apakah Aizen takut. Ketika Aizen malah diam, Shinji berkata tidak ada gunanya mengabaikannya karena dia tidak mudah dikalahkan sekuat apapun Aizen sekarang. Mengutip perkataan Aizen 100 tahun lalu tentang kenapa Shinji tidak pernah terbuka padanya, Shinji memberitahu Aizen dia tidak punya petunjuk seperti apa kekuatan Zanpakutōnya dikarenakan hal ini. Dengan berkata pada Aizen kalau dia salah jika mengira Kyōka Suigetsu satu-satunya Zanpakutō dengan kemampuan untuk mengontrol orang lain, Shinji merilis Zanpakutōnya, Sakanade.

Shinji menebas Aizen

Aizen tertebas oleh Shinji.

Dengan dirilisnya Shikai Shinji, membuat Aizen berkata kalau Sakanade mempunyai bentuk yang menarik. Ketika kemampuan Sakanade mulai menunjukkan efeknya dengan membalikkan dunia disekitarnya, Shinji langsung menyerang dan berniat menebas Aizen. Tapi setelah beberapa kali, Aizen memahami kemampuan ini kemudian berhasil menebas Shinji sebelum berkata kalau itu hanya seperti permainan bocah.[126] Beberapa waktu kemudian, dia melihat kebawah pada Komamura berteriak kepadanya. Ketika langit mulai retak, Ichigo datang menerobos dibelakang Aizen.[127]

Kemudian saat Getsuga Tenshō Ichigo menghantam penghalang yang telah dipasang Aizen, dia mengejek Ichigo yang berulang kali melakukan hal yang sama. Dengan terus menghindar, Aizen meneruskan ejekannya. Saat Ichigo mulai bimbang, Komamura datang disampingnya dan mengatakan tidak usah berkecil hati, karena memprovokasi lawannya memang keahlian Aizen. Dia dan Shinigami lain serta Visored bersiap untuk membantu Ichigo melawan Aizen sambil menghindari melihat saat Aizen merilis Shikainya. Ketika Hitsugaya mulai menyerang, Aizen mengejek hal ini, yang memaksa Hitsugaya berkata harus ada yang memulainya. Karena semakin marah, Hitsugaya merilis Bankainya.[128] Walaupun diserang terus oleh Hitsugaya, Aizen dengan mudah menghindarinya.[129]

Aizen mengalahkan Love

Aizen menjerat dan mengalahkan Love.

Saat Aizen bersiap menyerang balik, dia diserang Komamura dan Love Aikawa, tapi bisa dihentikan Aizen.[130] Komamura lalu menggunakan Bankainya, Kokujō Tengen Myō'ō tapi Aizen bisa menebasnya yang menyebabkan lengan Komamura terkena efeknya. Ketika Aizen menyerang Komamura lagi, Rōjūrō Ōtoribashi mencoba menyerang Aizen, tapi hanya dengan sekali dorong dan tebas, Rose langsung jatuh ketanah. Dengan jatuhnya Visored satu persatu, Aizen memanggil mereka sebagai "Pseudo-Arrancar" atau Arrancar yang gagal.[131][132]

Hitsugaya menebas Aizen

Hitsugaya menusuk "Aizen".

Kemudian datang tepat dihadapan Aizen, Soifon sambil mengejeknya lalu menciptakan beberapa klon dirinya dengan Shunpo. Ketika para klon Soifon menyerang, Hitsugaya mengurung Aizen dengan es agar Kapten Divisi 8, Shunsui Kyōraku muncul dari bayangan untuk menyerangnya. Saat Hitsugaya menyerangnya, Aizen meliriknya dan mengatakan Hitsugaya tidak merencanakan hal ini walau dia masih semuda ini. Menyadari Shinji masih menggunakan Sakanade, Aizen baru sadar kalau sudah terlambat untuk melakukan sesuatu karena dia dalam dunia terbalik ketika Hitsugaya menusuknya.[133]

Aizen membantai para kapten dan visored

Aizen menjatuhkan Hitsugaya, Shunsui, Soifon, dan Shinji.

Karena menjadi satu-satunya yang belum pernah melihat Shikai Aizen, Ichigo berteriak pada para kapten, hingga mereka menyadari Aizen sudah menggunakan Kyōka Suigetsu dan bertukar tempat dengan Momo. Setelah dia menipu lagi Izuru Kira dan Letnan Divisi 7 Tetsuzaemon Iba, Aizen terus berjalan menjauh setelah ilusinya terungkap. Mengira yang berjalan adalah Momo, Kira dan Iba mencoba mengikutinya, tapi langsung dijatuhkan Aizen. Ketika Shinji yang marah bertanya kapan Aizen memakai ilusi, Aizen balik bertanya kapan mereka mulai berfikir dirinya tidak menggunakan Kyōka Suigetsu. Sebab sudah tidak tahan karena dibodohi Aizen sampai menusuk Momo, Hitsugaya menuju Aizen walau Shunsui menyuruhnya menunggu. Dengan berkata kalau mereka sekarang sepenuhnya tidak bisa apa-apa, Aizen menebas dan menjatuhkan Hitsugaya, Shunsui, Soifon, dan Shinji.

Yamamoto menangkap Aizen

Yamamoto menangkap Aizen.

Ketika Aizen mengalahkan orang terakhir yang menyerangnya, Yamamoto menarik perhatian Aizen dengan sebuah pilar api besar. Aizen berkata kalau itu sudah terlambat dan Gotei 13 akan hancur dengan kekalahannya, dia juga mengejek Yamamoto sebelum menusuknya. Dengan menangkap tangan Aizen, Yamamoto menyimpulkan itu bukanlah sebuah ilusi. Lalu dengan mengaktifkan Ennetsu Jigoku, Yamamoto menyatakan apapun yang didalamnya akan hangus menjadi debu. Dengan tiba-tiba datang dibelakang Yamamoto dalam mode Resurrecciónnya, Extinguir, Wonderweiss menghantamnya sampai jatuh ketanah ketika Aizen berkata kalau Wonderwiess diciptakan hanya untuk menyegel kemampuan Yamamoto. Tapi hanya dengan memakai pertarungan tangan kosong, Yamamoto bisa mengalahkan Wonderweiss. Ketika Aizen berkata api Yamamoto diserap dan disimpan didalam tubuh Wonderweiss, Yamamoto berusaha menahan mereka saat tubuh Wonderweiss akan meledak. Kemudian, saat Aizen mendekat, Yamamoto yang babak belur menggunakan Hadō #96. Ittō Kasō.[134][135]

Ichigo datang menyerang AIzen

Ichigo menerjang Aizen.

Dengan menyerang Aizen dari belakang, Ichigo mendorong Aizen sampai menabrak bangunan didekatnya.[136] Saat luka yang dia dapat dari serangan Ichigo tertutup, Aizen mengungkapkan dia telah memasang Hōgyoku dalam dadanya, yang dengan naluri bisa menyembuhkan tuannya sendiri. Dengan memuji Reiatsu Ichigo, Aizen berkata kalau Ichigo sudah tumbuh seperti yang dia rencanakan, yang membuat Ichigo terkejut. Menyebutkan beberapa peristiwa penting dalam perkembangan Ichigo, Aizen mengakui itu semua berjalan sesuai keinginannya. Saat Aizen menjelaskan bagaimana dia menggunakan Ichigo untuk menjadi subjek penelitiannya yang sempurna, Ichigo berkata kalau Aizen pasti bohong karena apa yang sudah dikatakannya di Soul Society dulu. Aizen lalu mulai bicara mengapa dia berfikir Ichigo akan menjadi sempurna, tapi penejelasannya diganggu oleh kedatangan Isshin, yang berkata Aizen terlalu banyak bicara.[137] Kemudian Isshin membawa Ichigo menjauh, dan Aizen berkata kalau itu tindakan yang tepat. Ketika Aizen bertanya pada Gin sudah berapa lama dia menonton, Gin berkata dia tidak ada kesempatan untuk membantu. Isshin lalu menyerang Aizen yang membuatnya sampai menabrak dan menghancurkan beberapa gedung.[138] Ketika pertarungan mereka berlanjut,[139] Isshin menyatakan Aizen tampak letih, membuat Aizen mengungkapkan kalau dirinya sekarang sudah mencapai batasan dari seorang Shinigami dan Hōgyoku sudah mulai memahami keinginannya.[140]

Urahara menyerang Aizen

Aizen tertembus Kidō Urahara.

Dengan berkata Hōgyoku mulai mengabulkan keinginan pemiliknya dan Aizen baru sadar hal ini setelah menjadi tuannya, Aizen menyatakan kalau kekuatan sesungguhnya dari Hōgyoku bukanlah membuang batas antara Shinigami dan Hollow, tetapi mendengar dan mengabulkan perasaan disekitarnya. Serta mengakui kalau itu yang membawa kejadian disekitar Ichigo, Rukia dan Urahara, Aizen berkata kalau Urahara salah paham dengan sifat Hōgyoku karena membuang batas antara Shinigami dan Hollow adalah keinginan Aizen pribadi. Aizen juga menyatakan kalau kekuatan Ichigo, Sado, Orihime semuanya berasal dari Hōgyoku, serta beberapa peristiwa lain sampai Gin mendorong Ichigo ke gedung didekatnya. Ketika Ichigo berbicara dengan Isshin, Gin meminta maaf kalau dia mengganggu pembicaraan Aizen. Lalu saat Aizen berkata kalau ini sudah hampir selesai, tubuh Aizen tiba-tiba terlapisi Hōgyoku. Saat dia menyatakan kalau Hōgyoku merupakan nama yang layak, Aizen terganggu ketika dia tertembak dari belakang oleh Urahara, yang baru datang di medan pertempuran.[141]

Urahara melawan Aizen

Aizen terkekang oleh beberapa pilar cahaya.

Setelah Urahara berkata bahwa ini sudah lama sejak mereka terakhir bertemu, keduanya berbicara tentang penyatuan Aizen dengan Hōgyoku. Tapi Aizen berkata kalau itu bukanlah penyatuan melainkan dia yang telah menaklukkan Hōgyoku, yang mana Urahara telah gagal melakukannya. Dengan memandang Aizen, Urahara mengakui bahwa ia memang gagal menaklukkannya saat dahulu. Mempertanyakan pernyataan Urahara, Aizen berkata dia tidak akan bisa menerima kekalahan. Lalu, Aizen tiba-tiba menusuk Urahara dan memberitahunya dia sudah kehilangan kesempatan untuk menggunakan Hōgyoku. Ketika tubuh Urahara menggelembung dan pecah, Urahara muncul lalu menggunakan Bakudō #61. Rikujōkōrō. Walau Aizen sudah mengetahui kalau itu trik portabel Gigai dari laporan Yammy, dia mengakui kalau dia lengah dan tidak berfikir Urahara akan memakai trik murahan seperti ini, lalu bertanya pada Urahara apa yang akan dilakukannya setelah dia mendesak Aizen. Kemudian setelah Urahara bertanya apakah dia fikir hanya akan menggunakan Bakudō seperti itu, Urahara menggunakan Bakudō #63.[142] Sajō Sabaku dan Bakudō #73. Kuyō Shibari. Ketika Urahara mulai merapal mantra, Aizen bertanya apakah dia yakin akan membiarkan saja menggunakan Kidō tingkat ini. Setelah berkata kalau sudah terlambat untuk menghentikannya, Urahara menembakkan Hadō #91. Senjū Kōten Taihō.[143] Kemudian setelah kepulan asap ledakannya menghilang, Urahara menyatakan kalau Aizen terlalu lengah karena kekuatan barunya. Diluar dugaannya, Aizen kemudian muncul dibelakang Urahara lalu menyerangnya. Saat Aizen berkata kalau Hōgyoku membuatnya tak terlihat dan dia tidak perlu menghindari Kidō level 90, Urahara balik berkata kalau dia bicara tentang biasanya Aizen tidak akan pernah melakukan kontak fisik dengannya tanpa rencana. Namun tiba-tiba Aizen terperangkap dalam energi spiritual yang melingkari pergelangan tangannya, membuat Aizen terbelalak kaget.[144] Kemudian ketika Urahara menjelaskan sifat dari sebuah segel, Aizen terbungkus beberapa pilar cahaya.

Yoruichi menerjang Aizen

Yoruichi menyerang Aizen.

Setelah asapnya menghilang, Aizen muncul dibelakang Urahara dalam wujud baru dan menyatakan perangkap ini akan berhasil kalau dia belum menaklukkan Hōgyoku. Saat Aizen berkata bahwa Hōgyoku sudah diluar pemahaman Urahara dan pertarungan ini hanya sia-sia, Urahara menarik Zanpakutōnya. Kemudian Isshin datang dari belakang dan bersama Urahara mereka mengikat Aizen dengan rantai. Karena kebingungan, Aizen mendesak ingin tahu apa yang akan terjadi yang kemudian Yoruichi Shihōin menyerangnya dari atas. Dengan memukul punggungnya sekuat tenaga, Yoruichi meninju Aizen sampai menghantam tanah. Saat Urahara meminta Yoruichi menjauh, Aizen kembali dan menghancurkan armor di kaki kirinya Yoruichi.[145] Sambil muncul dari puing dengan wujud barunya yang retak parah, Aizen berjanji akan menghancurkan semua serangan mereka. Mengingat armor Yoruichi pasti dibuat khusus karena tidak menyebabkan luka saat terkena serangannya, Aizen menyatakan rencananya untuk menghancurkan itu terlebih dahulu.[146]

Chrysalis Aizen

Aizen muncul dari wujud "Chrysalis"nya.

Saat beberapa armor Yoruichi hancur lagi, Aizen melihat dia dan Urahara bercekcok lagi. Bertanya pada Aizen mengapa dia menatapnya, Urahara berkata kalau Aizen menunjukkan ketertarikannya lagi. Ketika Aizen mengungkapkan kalau dia hanya tertarik pada Urahara karena dialah satu-satunya yang melebihi kecerdasannya, kemudian Urahara menyerang Aizen tapi berhsail dihentikan bersama dengan serangan tiba-tiba Yoruichi. Ketika Aizen akan menyerang balik, Yoruichi mengaktifkan Shunkō dan menghantam Aizen ke tanah, tapi serangan selanjutnya bisa ditahan. Kemudian Urahara mengikatnya dengan Shibari, Benihime dan Hiasobi, Benihime, Juzutsunagi, yang menghasilkan ledakan yang sangat besar. Setelahnya Isshin menyerangnya dengan Getsuga Tenshō.[147] Tapi kemudian Aizen muncul dari serangan Isshin dengan retakan besar di wajah bentuk barunya, Aizen lalu mengalahlkan Isshin, Urahara, serta Yoruichi kemudian mengajak Gin bersamanya menuju Soul Society.[148]

Gin dan Aizen tiba di Soul Society

Aizen dan Gin tiba di Kota Karakura asli.

Saat tiba di Dangai bersama Gin, Aizen mrasakan kedatangan Kōtotsu.[149] Dengan menghancurkannya, Aizen bertanya pada Gin apa yang ditakutkan dan alasan hanya ada untuk orang yang tidak bisa hidup tanpa itu. Ketika keduanya sampai di batas akhir Dangai, Aizen menyatakan mereka akan menuju ke batas logika.[150] Saat mereka tiba, Aizen tahu kalau itu bukan di Kota Karakura karena dia menghancurkan sendiri Kōtotsu. Sambil berjalan, mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang langsung menjadi abu saat berada didekat Aizen hanya karena energi spiritualnya. Ketika Gin bertemu Tatsuki Arisawa, Aizen mengira itu pasti teman Ichigo.[151] Kemudian saat Aizen dan Gin mendekat, Tatsuki dan Keigo Asano masih bisa berdiri melawan kekuatannya. Ketika Keigo lari, Aizen berkata dia akan memulainya dengan Tatsuki.[152]

Kemudian datanglah Don Kanonji yang menyerangnya dengan ledakan energi, Aizen nampak dari kepulan asap tanpa cedera. Saat Kanonji hampir menyentuh Aizen, Rangiku tiba-tiba datang. Gin kemudian menyela dan berkata akan mengurusnya dan membawa Rangiku ketempat yang jauh. Aizen mengatakan kalau Gin adalah bocah yang menarik. Mengejar Tatsuki, Keigo, dan Mizuiro Kojima, Aizen berniat membunuh mereka sampai Zennosuke Kurumadani muncul dan menggunakan kemampuan khusus Shikainya untuk menjebak Aizen didalam pecahan tanah, walau dengan mudah dihancurkan Aizen. Ketika para manusia dan Zennosuke kabur, Gin sudah kembali, membuat Aizen bertanya apa yang terjadi pada Rangiku.[153][154] Saat Gin menyatakan kalau dia membunuh Rangiku, Aizen terkejut karena dia fikir Gin punya perasaan untuk Rangiku. Gin berkata kalau dia tidak punya perasaan layaknya seekor ular.[155]

Gin mengkhianati Aizen

Gin mengkhianati Aizen dan berniat membunuhnya.

Kemudian saat Gin bertanya bagaimana rencana selanjutnya, Aizen mengatakan semuanya. Gin mengatakan kalau itu rencana yang bagus, lalu ia meletakkan tangannya pada bilah Kyōka Suigetsu. Dengan menyingsingkan lengan bajunya, Gin melepaskan Kamishini No Yari dari bawah lengannya dan menembus Aizen yang terkejut tepat di dadanya. Saat Gin mengungkapkan satu kelemahan pada Zanpakutō Aizen, Aizen yang terluka mengatakan sudah tahu kalau Gin akan mengkhianatinya. Setelah mengungkap kemampuan asli Bankainya, Gin meletakkan tangannya didada Aizen lalu mengaktifkan Korose, Kamishini no Yari. Ketika Aizen mengutuknya, Gin melihat dada Aizen mulai lenyap dari dalam, meninggalkan lubang menganga dengan Hōgyoku melayang ditengahnya.[156]

Aizen menebas Gin

Aizen menebas Gin setelah ia gagal membunuh Aizen.

Ketika tubuh Aizen terus terkikis, Gin merebut Hōgyoku, tapi Aizen menjauhkan Gin. Kemudian Gin lari bersama Hōgyoku, meninggalkan Aizen yang mulai lenyap jatuh ke tanah. Dengan menyebut nama Gin, Aizen berteriak dalam amarahnya dan sebuah pilar cahaya muncul dari tubuhnya. Ketika pilar cahaya itu hilang menampakkan wujud baru Aizen yang bersayap, Hōgyoku ditangan Gin lenyap dan kembali bergabung dengan Aizen, yang berkata pada Gin kalau Hōgyoku sudah dibawah kendalinya meskipun benda itu ditubuhnya atau tidak. Dengan muncul tiba-tiba debelakang Gin, Aizen menebas tajam tubuh Gin dengan satu ayunan pedangnya.[157] Mengingat kegagalannya dengan Hōgyoku buatannya, Aizen berterimakasih pada Gin lalu melemparnya ke sebuah gedung.[158] Rangiku tiba-tiba datang dalam suasana ini dan mendekat kesamping Gin. Ketika Aizen mulai mendekati mereka, Aizen terkejut dengan kedatangan Ichigo yang tiba-tiba. Aizen menyatakan kalau dia kecewa bahwa Ichigo tidak berubah, kemudian Ichigo menyatakan keinginannya untuk pindah tempat bertarung agar jauh dari teman-teman mereka. Berfikir bahwa Ichigo tidak berbahaya, Aizen menolak. Dengan memaksa, Ichigo membawa Aizen keluar Kota Karakura. Dengan melemparkannya ke tanah, Ichigo memberitahu Aizen yang bingung kalau dia akan menyelesaikan pertarungan ini dalam sekejap.[159]

Kido Aizen Kurohitsugi

Aizen menggunakan kekuatan penuh Hadō #90. Kurohitsugi pada Ichigo.

Berkomentar tentang apa yang dikatakan Ichigo, Aizen berpendapat tentang asal muasal kekuatannya. Ketika dia dan Ichigo saling serang, yang meluluhlantakkan gunung disekitarnya, Aizen mengira dia dan Ichigo telah mencapai batas dari evolusi masing-masing. Tak tahu tingkat dimensi mana evolusi dari Ichigo dan dirinya sendiri yang sangat berbeda, Aizen menyatakan kalau dia bisa menghancurkan pedang Ichigo sekali pukulan. Kemudian saat Aizen menyerang, Ichigo menahannya dengan tangan kosong. Dengan sangat terkejut, Aizen menyuruh Ichigo jangan terlalu senang dulu. Lalu Aizen berniat menghancurkan Ichigo dengan menggunakan mantra penuh Hadō #90. Kurohitsugi. Ketika Aizen bangga dengan kekuatan penuh Kidōnya, Ichigo menghancurkannya dan memberitahu Aizen kalau dia lebih kuat saat menyerang langsung.[160]

Ketika Aizen menjauh dengan cepat, Ichigo mengejeknya.[161] Lalu saat permata dikepala Aizen terbuka, dia bertransformasi sekali lagi. Dengan menembakkan ledakan energi yang menyebabkan luka di lengan kiri Ichigo, Aizen menggunakan ledakan melingkar yang mengelilingi tubuhnya, tapi Ichigo menghancurkannya hanya dengan gelombang pedangnya. Kemudian ketika Aizen yang terkejut hanya terdiam, Ichigo memberitahunya akan mengakhiri pertarungan ini dengan Saigo no Getsuga Tenshō.[162] Aizen heran dengan wujud Ichigo yang baru, lalu Ichigo menjelaskan apa itu Saigo no Getsuga Tenshō dan akibat jika menggunakannya.[163] Terheran karena alasan apa sampai saat ini dia tidak merasakan apa-apa dari perubahan Ichigo, Aizen berpendapat kalau Ichigo telah melampauinya. Kemudian ketika Aizen yang murka menyatakan kalau ini hal yang mustahil, Ichigo menggunakan Mugetsu, yang menyelimuti area pertarungan dalam kegelapan.[164]

Aizen tersegel

Aizen tersegel oleh Kidō Urahara.

Serangan Ichigo menutupi Aizen dan melukainya dengan parah. Setelah Aizen jatuh kepermukaan tanah, Hōgyoku meregenerasi luka-lukanya. Saat Ichigo berniat menghabisinya, kekuatannya mulai memudar. Lalu saat Kyōka Suigetsu juga mulai memudar, Aizen berniat mengakhiri Ichigo, tetapi sebuah tusukan energi muncul dari dadanya sebelum dia sempat melakukannya. Urahara yang tiba-tiba datang menjelaskan kalau ini memang perbuatannya, dan mengungkapkan kalau dia memasang sebuah Kidō kedalam tubuh Aizen dari belakang Kidō lain sebelum transformasi Aizen sempurna. Lalu saat Urahara menjelaskan kalau itu sebuah segel karena membunuh Aizen sekarang adalah hal yang mustahil, beberapa tusukan energi muncul lagi dari dada Aizen. Menyatakan kebenciannya pada Urahara, Aizen memaksa bertanya mengapa seseorang sepintar Urahara membiarkan dirinya tunduk pada "hal itu". Mengetahui kalau maksud Aizen adalah Raja Roh, Urahara memberitahu Aizen kalau sudah melihatnya, dan berkata kalau Soul Society akan hancur lebur tanpa keberadaan Raja Roh. Dengan berkata pemenang itu selalu berkata dunia itu harus bagaimana bukan bagaimana caranya, kemudian Aizen tersegel dalam Kidō Urahara.[165]

Aizen dijatuhi hukuman

Aizen saat dihakimi Central 46.

Sepuluh hari kemudian, Aizen duduk terikat di kursi dengan banyak pita pengikat hitam, dimana dia menerima hukuman dari wewenang Central 46 atas berbagai alasan dan banyak kejahatan lain yang telah dilakukannya. Ketika mereka memutuskan menghukum Aizen kedalam Muken selama 18.800 tahun, penjara bawah tanah tingkat 8 dan paling bawah, Aizen menyatakan kalau itu adalah sebuah dagelan kalau dia sampai menerima pengadilan dari orang seperti mereka. Kemudian mereka terdiam, salah satu dari mereka memanggilnya pengkhianat dan memperingatkannya jangan terlalu congkak karena sudah abadi. Dengan memerintahkan menutup mata dan mulut Aizen sekaligus, para hakim menaikkan hukumannya menjadi 20.000 tahun.[166]


The Thousand-Year Blood War arc

Selama invasi Wandenreich ke Soul Society, Yhwach mengungkapkan bahwa Aizen sedang ditahan dibawah Divisi 1, Yhwach berkata telah menawarkan Aizen menjadi pasukannya dan sebagai Kekuatan Perang Khusus, namun Aizen menolak begitu saja sebagai tahanan.[167] Setelah itu, Yhwach menyadari bahwa dia kehilangan jejak waktu pada saat berbicara dengan Aizen.[168]

Aizen kembali

Aizen berdiri di depan Kyōraku.

Kemudian, setelah kematian Raja Roh, Kyōraku mengunjungi Aizen di penjara bawah tanah dan meminta Aizen untuk menanggapinya.[169] Setelah tidak mendengar ada tanggapan, Kyōraku memutuskan bahwa baik Aizen menentang percakapan, atau segel yang ditempatkan pada dirinya membatasi kemampuannya untuk berbicara. Dia kemudian mulai menggunakan kunci yang dapat membuka segel, menyatakan bahwa ia hanya dapat menggunakan hingga tiga dari semuanya, dan ia mulai dengan membuka segel di atas mulutnya.[170] Setelah membuka segel mulut Aizen, Kyōraku menyatakan bahwa kebanyakan orang yang mulutnya disegel selama dua tahun, tidak akan mampu langsung berbicara, tapi itu tidak akan menjadi kasus yang sama untuk Aizen. Aizen secara lisan setuju dengan Kyōraku, dan melanjutkan dengan berjalan ke arahnya. Kyōraku terkejut mendapati Aizen melepas segel yang lain sendiri, meskipun satu-satunya yang ia buka hanyalah segel mulutnya, dan Aizen menyatakan bahwa bukankah ia masih memiliki dua kunci yang tersisa untuk di gunakan.[171]

Efek Reiatsu Aizen

Reiatsu Aizen sebagian menghancurkan tangan seorang petugas Korps Kidō yang mencoba mengikatnya.

Ketika Shunsui melepas segel mata kiri dan pergelangan kakinya, Aizen menyatakan dia tidak berubah sama sekali, yang Shunsui anggap itu sebagai pujian. Aizen menyatakan ia tidak pernah meminta Shunsui untuk membebaskan dia dan bertanya mengapa dia datang ke sini dengan kunci Muken jika ia tidak berniat untuk melakukan hal ini, mendorong Shunsui mengungkapkan ia harus menyimpan kunci itu dalam tubuhnya sendiri dan hanya bisa menggunakan tiga dari semuanya. Mendengar hal ini, Aizen menyadari bahwa Pusat 46 memperkirakan ia akan berusaha untuk mengambil kunci itu dengan membunuh Shunsui, yang akan menjebaknya di Muken selamanya. Saat Shunsui meminta Aizen untuk duduk di kursi di belakangnya sehingga mereka bisa pergi ke permukaan, seorang petugas berupaya untuk mengikat Aizen sekali lagi, tapi tangannya sebagian langsung dihancurkan oleh Reiatsu Aizen. Aizen menjelaskan bahwa ikatan itu hanya membatasi jangkauan Reiatsu-nya, bukan menyegel sepenuhnya sebelum menanyakan pada Shunsui apakah ia berniat untuk meminta Aizen meminjamkan kekuatannya untuk Gotei 13. Ketika Shunsui menyatakan mereka hanya dalam keadaan yang sama, Aizen bertanya-tanya udara segar macam apa yang bisa ia hirup jika Yhwach sudah menghancurkan Soul Society.[172]

Aizen tiba

Aizen dibawa ke permukaan Seireitei.

Segera setelah itu, saat makhluk hitam mulai membanjiri Seireitei, Aizen dibawa ke permukaan, dan Shinigami lainnya melihat kehadirannya saat Reiatsu-nya mulai menghancurkan makhluk-makhluk itu. Aizen mengejek para Shinigami karena mencoba menghancurkan makhluk itu dengan Zanpakutō sebelum menyarankan mereka untuk menghancurkan mereka dengan Reiatsu seperti yang ia lakukan.[173] Setelah melihat wajah terkejut Rukia dan Renji, Aizen dengan nada mengejek menyapa mereka dan mengucapkan selamat padanya karena dipromosikan dan menjadi Letnan Divisi 13, menunjukkan itu bukti dari kemampuannya yang akhirnya diakui. Ketika Rukia menjadi marah karena kehadirannya, ia dengan tenang mengungkapkan bahwa Kyōraku telah membebaskannya.[174]

Ketika perdebatan antar anggota lain dari Gotei 13 mereda, Aizen dengan sopan meminta Kyōraku untuk melepaskan segel yang mngikat dia ke kursi tapi Kyōraku menegaskan bahwa ia tidak bisa melakukan itu, yang menyebabkan Aizen bertanya mengapa ia tidak bisa. Ketika Kyōraku mengingatkan kepadanya bahwa ia hanya diizinkan melepas tiga segel Aizen, mantan Kapten itu menghela nafas, berkomentar bahwa ia mengharapkan untuk menghentikan Yhwach dari kursi, menunjukkan bahwa dia tidak akan memiliki kekuatan untuk melakukan sementara ia tertahan. Kyōraku menegaskan bahwa dia tahu Aizen dapat melakukan sesuatu tentang monster yang sedang menyerang dan sebagai tanggapan, Aizen menggunakan Hado #90. Kurohitsugi dalam ledakan dahsyat yang menyebabkan Shinigami lain melarikan diri tiba-tiba ke laboratorium. Ketika debu dari ledeakan mereda, Aizen mengungkapkan bahwa dia terkejut bahwa kursi dimana dia terikat mampu bertahan dari ledakan dan masih utuh. Dia memutuskan untuk menurunkan Istana Raja Roh dengan menggunakan Reiatsu untuk memperluas retakan yang disebabkan oleh ledakan itu.[175]

Aizen mencoba menurunkan IRR

Aizen mencoba menurunkan Istana Raja Roh dengan Reiatsu-nya.

Aizen mengumpulkan sejumlah Reiatsu pekatnya di sekitar dirinya dan menembak ke arah Istana Raja Roh, membuat panik banyak Shinigami, tapi serangan itu menghilang secara acak disekitarnya. Kyōraku mengungkapkan bahwa kursi itu diciptakan untuk membatasi Reiatsu-nya. Mayuri datang ke depan, mengungkapkan bahwa dia menciptakan kursi itu, dan teknologi lain yang seperti itu, untuk menjaga penjahat yang saat ini tidak bisa dibunuh, dalam kendali. Dia menunjukkan kepada Aizen objek yang ia gunakan untuk mengendalikan kursi, mengejek dia karena berpikir ia bisa mengalahkan kursi yang dirancang khusus untuk menjaga kekuatannya dalam kendali. Setelah mengetahui bahwa peneliti itu memegang kendali, Aizen menantang Mayuri untuk diadu teknologi melawan kekuatan Aizen untuk melihat mana yang akan menang. Namun, Aizen segera terganggu oleh kedatangan NaNaNa Najahkoop, yang menggunakan kemampuannya untuk menyerang Aizen tetapi segera terkejut bahwa tahanan yang terikat itu bahkan tidak pingsan dari serangannya meskipun menjadi sasaran mudah dan tidak bergerak.[176]

Lima menit kemudian, Aizen pulih dan bercakap-cakap dengan Shunsui tentang Sternritter yang membantu Shinigami untuk masuk ke Istana Raja Roh. Setelah menyadari bahwa orang yang telah menghentikannya akan masuk ke istana sebelum ia bisa, Aizen menyebut Ichigo adalah orang yang sulit untuk dimaafkan.[177]

Penemuan

  • Hōgyoku (崩 玉, Bola Kehancuran): Aizen telah menyatakan ia sampai pada kesimpulan akhir Hōgyoku sebelum Kisuke Urahara, meskipun berakhir dengan kegagalan. Dalam rangka untuk menyelesaikan Hōgyoku ia membutuhkan ratusan jiwa Shinigami dan ratusan warga Rukongai yang memiliki potensi Shinigami dan perlu dikorbankan untuk itu, tapi masih belum memuaskannya. Menurut data eksperimen, Hōgyoku milik Urahara juga tidak sempurna, sehingga Aizen memutuskan untuk mencuri Hōgyoku-nya dan menggabungkannya denga miliknya sendiri.[178] Dibuat setelah insiden Hollowfikasi, Hōgyoku ini adalah apa yang memberi para Visored kekuatan Hollow mereka. Proses ini tampaknya menyebar seperti beberapa bentuk infeksi melalui luka, yang hanya memiliki efek yang diinginkan pada jiwa dengan jumlah Reiryoku tinggi dan tidak pada jiwa dengan Reiryoku yang rendah.[179] Mereka yang terinfeksi mengalami sakit yang hebat dan kelelahan sampai mereka memuntahkan cairan putih, yang merupakan awal dari topeng Hollow mereka sebelum berlanjut mengubah tubuh serta mengacaukan pikiran mereka. Selain itu, dalam proses ini, semuanya memiliki peningkatan emosi agresif.[180] Hasilnya akhirnya ternyata Shinigami menjadi seperti-Hollow seukuran manusia biasa, yang merupakan transformasi yang sangat tidak stabil menimbulkan kecerobohan dan sikap pemarah.
  • Caja Negación (反膜の匪 (カハ・ネガシオン, kaha negashion): Kubus ini menjebak subjek dalam dimensi alternatif yang tidak memiliki jalan keluar; Namun, ini mengasumsikan penggunaannya, hanya jika diperlukan. Mereka yang merupakan Arrancar kuat, termasuk Espada dapat melarikan diri dari perangkap, meskipun membutuhkan waktu.[181]
  • Penelitian dan Pengembangan Hollow: Selama masa jabatannya sebagai Shinigami dan setelah pembelotan, Aizen menghabiskan banyak waktu untuk meneliti Shinigami dan Hollow untuk menghancurkan batas-batas diantara mereka. Karena itu, ia mampu menciptakan Hollow dengan kemampuan seperti Shinigami.[182] Dia menciptakan Hollow yang dapat menyembunyikan Reiatsu mereka seperti yang menyerang Renji Abarai, Izuru Kira, dan Momo Hinamori selama latihan mereka, Hollow, seperti Metastacia, dengan kemampuan menghancurkan Zanpakutō Shinigami dan menggabungkannya dengan mereka, dan bahkan Hollow yang menggunakan jiwa Shinigami sebagai dasar.[183] Namun, menurut Aizen, semua itu berakhir dengan kegagalan. Setelah pembelotan, ia mulai menggunakan Hōgyoku untuk membuat Arrancar yang jauh lebih kuat daripada Arrancar alami, Aizen memberikan kekuatan Hollow kepada Shinigami, yaitu Kaname Tosen, yang memperoleh topeng Hollow serta Resurrección.[184][185]

Perlengkapan

Jubah Penyembunyi Reiatsu: Sebuah jubah yang diciptakan oleh Urahara yang menyembunyikan Reiatsu pemakainya,[186] Aizen menggunakan jubah ini untuk menyelinap dan menyerang Isshin Shiba. Aizen menyatakan memungkinkan pemakai untuk berbaur dengan udara di sekitar mereka dengan memasukkan Kidō dalam jubah, membuat hampir sepenuhnya menyembunyikan mereka dari pandangan.[187]

Kekuatan dan Kemampuan

Aizen BD

Data Pertarungan Aizen, searah jarum jam. Atas: Serangan (100), Kanan Atas: Pertahanan (90), Bawah Kanan: Pergerakan (90), Bawah: Kidō/Reiatsu (100), Bawah Kiri: Kepintaran: (100), Atas Kiri: Kekuatan Fisik (80), Total: 560/600.

Kecerdasan Jenius: Bisa dibilang, sifat yang paling menakutkan dari Aizen adalah kecerdasan yang luar biasa. Dia berpengalaman dalam sejarah, strategi, dan taktik dari Soul Society, dan mengetahui rahasia pengetahuan yang tidak diketahui banyak orang, seperti keberadaan Ōken, serta metode cara membuatnya.[188] Dia telah menciptakan beberapa Hollow dan Arrancar sembari menghindari timbulnya kecurigaan sedikitpun dari mayoritas sesama Shinigami.[189][190] Selama lebih dari 110 tahun, ia telah terlibat dalam percobaan yang melibatkan manipulasi unik dan sangat berbahaya yaitu Reiryoku dan Reishi, termasuk percobaan yang melibatkan Hollowfikasi dari Shinigami, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.[191] Ia memiliki pengetahuan bawaan dari Hōgyoku, menyaingi pencipta lainnya yaitu Kisuke Urahara. Dia tahu sifat sebenarnya dari Shikai Shinji Hirako dan menyimpulkan hasilnya adalah ilusi optik, memungkinkan dia untuk melawan efeknya.[192][193] Dan dengan efektif dia menyimpulkan sifat sebenarnya dari Hōgyoku melalui percobaan dan kesalahan situasi yang berputar di sekitarnya.[194]
  • Ahli Manipulasi: Aizen telah membuktikan dirinya sangat licik dan seorang pria yang cerdik sejak mengkhianati publik Soul Society. Dia bisa menipu dan memanipulasi orang lain di sekitarnya dengan cara yang berbeda untuk berbagai tujuan.[195][196] Selama bertahun-tahun, dia meyakinkan semua orang di sekitarnya bahwa ia adalah orang yang baik hati dengan niat terbaik untuk Soul Society meskipun sebenarnya melakukan tindakan yang mengerikan. Dia memiliki bakat besar untuk menganalisis dan mengamati segala sesuatu di hadapannya, sehingga dia memahami pola pikir orang lain dan dapat memanipulasi mereka. Dia adalah ahli strategi, merumuskan apa yang dipikirkannya dengan matang dan lebih unggul di hadapan orang lain.[197][198][199] Rencana ini sangat lihai dan rinci, dan direncanakan dengan jangka panjang dalam pikirannya. Rencananya yang paling terkenal adalah lebih dari 110 tahun, sebuah prestasi besar yang melibatkan memindahkan orang layaknya pion diatas papan catur dan memastikan mereka memainkan peran yang direncanakannya untuk mereka. Dia juga ahli dalam rencana lainnya, seperti penculikan Orihime, sehingga dia bisa menggunakan kemampuannya untuk memperpanjang umur Hōgyoku, dan setelah kepergian Gin Ichimaru, Kaname Tōsen, dan dirinya sendiri, ia menjebak Ichigo Kurosaki, Yasutora Sado, Uryū Ishida, dan empat kapten di Hueco Mundo, sehingga lebih mudah baginya untuk mencapai tujuan rencana sebenarnya: menciptakan Ōken dan mendapatkan akses ke Istana Raja Roh.[200][201]
  • Ahli Strategi & Siasat: Aizen telah membuktikan dirinya sebagai ahli siasat dan fleksibel, menyesuaikan situasi pertempuran sehingga berjalan mulus, jika tidak merencanakan membuat peristiwa lain. Dia memahami kekuatan, kelemahan dan tingkah laku dari musuh-musuhnya, serta menciptakan strategi untuk meraih kemenangan; hal seperti memodifikasi Arrancar untuk tujuan tertentu yaitu mengalahkan Kapten-Komandan Genryūsai Shigekuni Yamamoto, seorang Shinigami yang kemampuannya mengungguli dirinya sendiri. Aizen sangat berhati-hati dalam pertempuran, menempatkan perlindungan khusus pada dirinya sendiri sehingga tidak meninggalkan titik buta.[202]
Aizen melepaskan Kurohitsugi

Aizen menggunakan Hadō #90. Kurohitsugi.

Ahli Kidō: Aizen memiliki kemampuan luar biasa dalam menggunakan mantra Kidō. Dia cukup terampil untuk menggunakan Kidō tanpa menggunakan mantra; ia menggunakan Hadō #90. Kurohitsugi, meskipun ia tidak mengucapkan mantra-nya, itu cukup untuk melumpuhkan Kapten Divisi 7 Sajin Komamura.[203] Ia telah menggunakan Bakudō #81. Danku untuk memblokir Hadō #88. Hiryu Gekizoku Shinten Raihō dari Tessai Tsukabishi, yang merupakan kapten dari Korps Kidō dengan kata lain merupakan pengguna Kidō paling mahir di Soul Society saat itu, sementara Aizen sendiri hanya letnan.[204] Ia dapat menghasilkan mantra perlindungan yang kuat saat dalam pertempuran.[205]

Ahli Shunpo: Aizen sangat cepat, orang tidak dapat membedakan bahkan saat diserang olehnya sampai setelah kejadian itu terjadi.[206] Bahkan kecepatan Ichigo yang telah meningkat, ke titik di mana ia bisa dengan santai meletakkan tangannya di dada Ichigo dan masih menghindari serangan titik-kosong. Aizen dapat menghindari serangan bersamaan pada jarak dekat dan menghindari teknik tingkat-Bankai. Lawan biasanya tidak tahu gerakannya sampai setelah ia membuatnya, Aizen cukup mumpini dalam gerakannya untuk menghindari serangan berkecepatan tinggi, bahkan ketika diserang dari belakang.[207][208]

Ahli Berpedang: Saat ini tingkat kemampuannya tidak diketahui, Aizen dapat melawan musuh dengan Shikai dan Bankai dengan pedangnya sendiri yang masih tersegel. Aizen dapat melakukan serangan sangat kuat dan tepat serta memotong target yang kuat, seperti Shikai Renji. Dia menjatuhkan empat kapten (dua diantaranya menggunakan Bankai) dan empat Visored (tiga diantaranya mantan kapten Gotei 13) dengan mudah.[209][210]

Ahli Hakuda: Dia memilih untuk menyelesaikan pertarungan cepat dengan Zanpakutō atau Kidō, Aizen adalah petarung bersenjata yang sangat mahir. Berulang kali, Aizen telah menangkap senjata lawannya dengan tangan kosong. Saat bertarung menyerang, ia telah menunjukkan kelincahan dan ketangkasan yang luar biasa, menggabungkan baik pedang juga keterampilan tangan kosong untuk secara bersamaan menyerang dengan pedang dan menendang lawannya dengan kuat.[211]

Kekuatan Spiritual Luar Biasa: Bahkan untuk seorang kapten, Aizen memiliki Reiryoku yang sangat kuat.[212] Letnan Divisi 2 Marechiyo Ōmaeda menyatakan kehadiran Aizen saja amat luar biasa. Sebuah petunjuk dari tingkat Reiryoku Aizen diberikan saat ia merubah Wonderweiss Margela menjadi Arrancar sebelum mengaktifkan Hōgyoku. Kekuatan Reiatsu Aizen yang besar, cukup untuk membuat Espada Grimmjow Jaegerjaquez sampai berlutut.[213] Dia telah menyatakan bahwa tidak perlu banyak baginya untuk "menghancurkan seekor semut" (merujuk pada Renji) di jalannya.[214] Dia mengklaim dia lebih kuat daripada semua Espada.[215] Reiatsu Aizen cukup kuat untuk meniadakan kemampuan, seperti ketika ia diserang oleh Soifon dengan Nigeki Kessatsu.[216] Warna Reiatsu-nya adalah ungu.[217]

Kekuatan Luar Biasa: Aizen cukup kuat untuk menghentikan Bankai Ichigo hanya dengan satu jari telunjuk (meskipun Ichigo sudah lemah karena bertempur dengan Byakuya Kuchiki) dan hampir menebas dia di tengah dengan ayunan pedangnya.[218] Dia menghentikan Shikai milik letnan Divisi 6 Renji Abarai dengan tangan kosong dan menghancurkannya dengan satu ayunan, sampai melukai Renji. Dia menghentikan Shikai Komamura dengan tangan kosong, membuktikan kekuatannya lebih dari cukup untuk bertarung dengan seseorang dari tingkat yang sama.[219][220]

Keabadian: Setelah terkena serangan Mugetsu dari Ichigo, Aizen masih beregenerasi dari dampaknya, meskipun sebagian besar wujud barunya telah hancur dan tidak kembali.[221] Kemudian dikonfirmasi oleh Central 46 bahwa dia abadi karena telah bersatu dengan Hōgyoku.[222]

Zanpakutō

Tidak ada, Zanpakutō Aizen pada akhirnya hancur, karena ia mengklaim bahwa Hōgyoku telah memutuskan ia tidak membutuhkannya lagi.[223]

Kekuatan dan Kemampuan Sebelumnya

Ketika Kidō milik Kisuke Urahara, Kyūjūrokkei Kakafūmetsu, mulai menyegel Aizen, Hōgyoku menolak dia sebagai tuannya, dan meninggalkan dia tanpa kekuatan yang diberikan kepadanya.[224]

Zanpakutō
Implantasi Hōgyoku

Penampilan di Media Lain

Aizen adalah karakter tak terkunci dalam video game Bleach. Karena dia adalah tokoh antagonis utama, sebagian besar game terdapat Aizen sebagai bos terakhir, seperti di Bleach: Soul Carnival. Hadō #90. Kurohitsugi adalah salah satu serangan terbaik Aizen. Dalam Bleach: Versus Crusade, Bleach: The 3rd Phantom, Bleach: The Blade of Fate dan Bleach: Dark Souls, Aizen dapat menggunakan mantra Kidō lainnya, seperti Hado #33. Sōkatsui dan Bakudō #61. Rikujōkōrō. Aizen memanfaatkan kemampuan Zanpakutō-nya pada sebagian besar game. Aizen tidak muncul dan tidak disebutkan dalam salah satu film; Namun, di OVA kedua, dia minum kopi di bagian paling akhir bersama Gin Ichimaru dan Kaname Tōsen. Aizen memiliki Bleach Beat Collection sendiri, di mana ia menyanyikan Shinsen dan Kyōka Suigetsu. Dalam Bleach: Soul Resurrección, Aizen muncul dalam bentuk fusi Kedua, Ketiga, dan Terakhirnya, tetapi hanya dapat dimainkan dalam Fusion Ketiga. Dalam bentuk ini, ia dapat menggunakan Kidō dan merupakan bos terakhir dalam game. Selain itu, ia adalah satu-satunya karakter yang bisa bergerak sementara diblokir, meskipun ia juga satu-satunya karakter yang berjalan dan tidak berlari. Dalam game, Ultrafragor, setelah selesai, menciptakan sebuah ledakan besar yang membuat kerusakan berat. Aizen muncul dalam pertunjukan Rock Musical Bleach, di mana aktornya adalah Kengo Ōkuchi.

Trivia

  • Nama Zanpakutō Aizen, Kyōka Suigetsu, mengisyaratkan sifat ilusinya; bulan tercermin dalam air dan bunga didalam cermin adalah hal-hal yang bisa dilihat, tetapi tidak bisa dipegang. Ini adalah pepatah Cina tentang melihat dan menginginkan sesuatu impian yang tidak dapat dengan mudah diraih dengan tangan, mengajarkan orang-orang tentang cobaan.
  • Kyōka Suigetsu Aizen mendapat peringkat ke-18 dalam jajak pendapat popularitas Zanpakutō. Aizen sendiri mendapat peringkat ke-23 dalam jajak pendapat popularitas karakter ke-4.
  • Aizen memiliki kolom dalam Komunikasi Seireitei yang berjudul Yin dari Jarum Pinus, yang kini dihentikan.
  • Asosiasi Shinigami Perempuan menerbitkan Koleksi Foto yang menampilkan Aizen berjudul Senyuman Matahari, tapi itu dibatalkan.
  • Lagu tema Aizen, seperti yang dipilih oleh Tite Kubo, adalah "Stand Ablaze" oleh In Flames.

Kutipan

  • (Kepada Tōshirō Hitsugaya pada saat menemukan Momo Hinamori yang terluka) "Sayang sekali! Kau menemukannya? Itu kesalahanku. Aku tak bermaksud membuatmu trauma. Sebelum kau bisa menyadarinya, aku seharusnya memotong dia hingga menjadi potongan-potongan yang tidak dapat dikenali."[231]
  • (Kepada Tōshirō Hitsugaya) "Kau harus mempelajari hal ini, Hitsugaya-kun. Rasa kagum adalah perasaan yang paling jauh dari pemahaman."[232]
  • (Kepada Renji Abarai) "Sōsuke Aizen yang kau kenal...sejak awal memang tidak pernah ada."[233]
  • (Kepada Jūshirō Ukitake) "Tak ada satupun yang berdiri di puncak dunia. Bukan kau, bukan aku, bahkan sang Dewa. Tapi kekosongan tak terelakkan dari singgasana di langit telah usai. Mulai sekarang... Akulah yang akan mendudukinya."[234]
  • (Kepada Shinji Hirako) "Kau tidak harus terpaku pada pengkhianatan yang dapat dilihat. Pengkhianatan yang sesungguhnya menakutkan adalah kebohongan yang benar-benar tak dapat kau lihat dengan matamu sendiri, Kapten Hirako."[235]
  • (Kepada Tier Harribel secara tidak langsung) "Aku bahkan tidak pernah menyangka bahwa kekuatan sepuluh Espada yang dengan susah payah kukumpulkan ternyata bisa lebih lemah dibandingkan diriku sendiri."[215]
  • (Kepada Shinji Hirako) "Mempercayai sama saja dengan bergantung. Bergantung adalah tindakan mereka yang lemah. Sedangkan kami tidak butuh itu."[236]
  • (Kepada Shinji Hirako) "Sudah menjadi kodrat semua yang hidup untuk mencari orang yang lebih kuat dari diri mereka sendiri, dan menaruh kepercayaan kepadanya, apapun caranya. Dalam rangka untuk lari dari tekanan kepercayaan itu, mereka terus mencari orang lain yang lebih kuat lagi untuk dipercayai, dan orang yang kuat itu pun juga masih mencari yang lebih tinggi, dan lebih hebat untuk diikuti. Begitulah cara semua orang yang menjadi Raja, dan begitulah pula cara Dewa terlahir. Jangan pernah percaya padaku, Shinji Hirako. Aku akan meluangkan waktuku untuk mengajarimu kodrat dari Dewa yang telah kau temui. Kemudian, kau bisa mempercayainya."[237]
  • (Kepada Ichigo Kurosaki) "Mengapa kau terus-terusan menjaga jarak dariku? Jika kau ingin membuat serangan mutlak, kau harus melakukannya pada jarak dekat. Atau mungkin kau takut bergerak terlalu dekat, dan membiarkan bahkan bagian dari tubuhku keluar dari pandanganmu? Jika begitu, aku kecewa. Menjaga jarak seseorang adalah hanya faktor kunci dalam pertarungan antara dua petarung yang kekuatannya sama. Antara kau dan aku sendiri, jarak tidak ada artinya. Amatilah. Aku sangat mampu mencapai jantungmu setiap saat."[238]
  • (Kepada Sajin Komamura) "Kalian pikir, dengan memakai kekuatan kalian bisa mengalahkanku? Naif. Bukan... Sepertinya kita punya definisi yang berbeda, mengenai arti kata "kekuatan". Akan kuberitahu, apa yang disebut dengan kekuatan."[239]
  • (Kepada Shunsui Kyōraku, Tōshirō Hitsugaya, Suì-Fēng, dan Shinji Hirako) "Aku tidak akan mengambil nyawa kalian. Dengan jumlah tenaga yang kalian miliki, bahkan tidak akan kehilangan kesadaran dengan luka itu. Diamlah disana, tak berdaya dan dikalahkan, dan amati dengan seksama karena pertarungan ini sudah mencapai kesimpulannya."[240]
  • (Kepada Genryūsai Shigekuni Yamamoto) "Ryūjin Jakka milikmu memang benar adalah Zanpakutō terkuat yang pernah ada. Tidak perlu diragukan. Jika aku bertarung secara langsung, sepertinya itu lebih kuat dari diriku. Namun, jika seseorang meninggalkan semua kemampuan lain dan memfokuskan kekuatan sepenuhnya pada satu keterampilan khusus, maka ia bahkan dapat mengatasi kekuatan yang terbesar."[241]
  • (Kepada Genryūsai Shigekuni Yamamoto) "Kejam? Setelah roh berubah menjadi Hollow, itu tidak ada artinya. Itu adalah sebuah makhluk tanpa tujuan diluar iseng yang memakan sesama rohnya. Dimana kau melihat kekejaman setelah aku memberikan makna kepada seperti makhluk itu? Justru yang kejam adalah kau, yang merobek jiwa mereka sampai berkeping-keping."[242]
  • (Kepada Genryūsai Shigekuni Yamamoto) "Aku tidak akan melakukan ketidakadilan menolak untuk mengambil nyawamu. Kau, yang merupakan perwujudan dari sejarah Soul Society itu sendiri. Akan mati di sini oleh pedangku sendiri."[243]
  • (Kepada Ichigo Kurosaki) "Tidak ada yang tak mungkin. Kasihan sekali dirimu. Di dunia ini, sejak awal tidak ada kebenaran dan kebohongan, tidak pernah ada. Yang ada hanyalah fakta tak terbantahkan. Namun, semua yang hidup di dunia ini keliru mengartikan "fakta" yang menyenangkan bagi dirinya sendiri sebagai sebuah "kebenaran hakiki". Itu karena mereka tak punya cara lain untuk hidup. Begitupula, untuk sebagian besar orang di dunia yang tak punya kekuatan. "Fakta" tidak menyenangkan yang mereka akui sendiri, merupakan kebenaran yang sesungguhnya."[244]
  • (Kepada Isshin Kurosaki) "Hōgyoku mampu mewujudkan keinginan orang di sekitarnya. Namun, manifestasi ini tidak akan berhasil kecuali keinginan pemilik mereka memiliki kekuatan untuk melaksanakannya. Sehingga, kemampuannya mungkin lebih baik disebut sebagai 'kekuatan penuntun'. Namun, itu adalah sifat aneh makhluk hidup bahwa ketika pergi untuk mencapai keinginan-keinginan kecil yang diabadikan hati bersahaja mereka, mereka cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang luar biasa."[245]
  • (Kepada Kisuke Urahara) "Aku ceroboh karena tak ada pentingnya bagiku untuk berhati-hati. Aku bisa merasakannya. Sekarang tubuhku telah menundukkan Hōgyoku, dan telah mulai jauh melampaui bahkan kekuatan yang pernah aku miliki - kekuatan yang sudah tidak ada bandingannya di Soul Society. Tidak perlu lagi bagiku bahkan untuk menghindari Kidō tingkat sembilan puluhan!"[246]
  • (Kepada Gin Ichimaru) "Logika ada pada mereka yang tidak bisa hidup tanpa berpegang padanya. Kini, mengapa kita tidak melewatinya? Pergi ke batas logika."[247]
  • (Kepada Gin Ichimaru) "Ketakutan diperlukan untuk mencapai evolusi. Rasa takut yang ada dalam keadaan seseorang saat ini, sesuatu yang sangat mungkin dihancurkan setiap saat. Terima kasih, Gin. Berkat kehadiranmu, aku akhirnya berhasil melampaui baik Shinigami dan Hollow."[248]
  • (Kepada Kisuke Urahara) "Itu adalah logika seorang pecundang! Seharusnya sang pemenang berbicara tentang "bagaimana seharusnya dunia" bukan "dunia yang apa adanya"!"[249]

Referensi

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 Bleach Official Character Book Souls, halaman 130
  2. Bleach manga; Chapter 391, halaman 10
  3. Bleach manga; Chapter 79, halaman 9-10
  4. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-17
  5. Bleach manga; Chapter 421, halaman 9-10
  6. Bleach manga; Chapter 197, halaman 19
  7. Bleach manga; Chapter 198, halaman 1 & 8
  8. Bleach manga; Chapter 213, halaman 9
  9. Bleach manga; Chapter 255, halaman 7
  10. Bleach manga; Chapter 170, halaman 7-15
  11. Bleach manga; Chapter 383, halaman 12-17
  12. Bleach manga; Chapter 296, halaman 14-20
  13. Bleach manga; Chapter 394, halaman 4-17
  14. Bleach Official Bootleg, halaman 91
  15. Bleach manga; Chapter 173, halaman 7
  16. Bleach manga; Chapter 169, halaman 16
  17. Bleach manga; Chapter 170, halaman 22-23
  18. Bleach manga; Chapter 169, halaman 11-15
  19. Bleach manga; Chapter 213, halaman 9-13
  20. Bleach Official Bootleg
  21. Bleach manga; Chapter 248, halaman 3-4
  22. Bleach manga; Chapter 213, halaman 9-16
  23. Bleach manga; Chapter 245, halaman 8-11
  24. Bleach manga; Chapter 244, halaman 5-6
  25. Bleach manga; Chapter 255, halaman 11-12
  26. Bleach manga; Chapter 334, halaman 3
  27. Bleach manga; Chapter 213, halaman 9-16
  28. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-17
  29. Bleach manga; Chapter 420, halaman 15-16
  30. Bleach manga; Chapter 402, halaman 16-18
  31. Bleach manga; Chapter 418, halaman 9
  32. Bleach manga; Chapter 420, halaman 15-16
  33. Bleach manga; Chapter -108, halaman 6-7
  34. Bleach manga; Chapter 416, halaman 4-5
  35. Bleach manga; Chapter 415, halaman 1-2
  36. Bleach manga; Chapter 415, halaman 17-18
  37. Bleach manga; Chapter -99, halaman 5-6
  38. Bleach manga; Chapter -99, halaman 11
  39. Bleach manga; Chapter -108, halaman 3-15
  40. Bleach manga; Chapter -107, halaman 17-18
  41. Bleach manga; Chapter -105, halaman 17-19
  42. Bleach manga; Chapter -104, halaman 4-9
  43. Bleach manga; Chapter -102 sampai -100
  44. Bleach manga; Chapter -100, halaman 2-3
  45. Bleach manga; Chapter -100, halaman 15-18
  46. Bleach manga; Chapter -99, halaman 1-20
  47. Bleach manga; Chapter -99, halaman 1-20
  48. Bleach manga; Chapter -98, halaman 1-14
  49. Bleach manga; Chapter 414, halaman 14-15
  50. Bleach manga; Chapter -17, halaman 29
  51. Bleach manga; Chapter 175, halaman 11-12
  52. Bleach manga; Chapter -17, halaman 27-30
  53. Bleach manga; Chapter 173, halaman 14
  54. Bleach manga; Chapter 79, halaman 9-11
  55. Bleach manga; Chapter 170, halaman 12
  56. Bleach manga; Chapter 371, halaman 4-15
  57. Bleachmanga; Chapter 529, halaman 16-17
  58. Bleach manga; Chapter 531, halaman 4 & 17
  59. Bleach manga; Chapter 531, halaman 4 & 17
  60. Bleach manga; Chapter 531, halaman 4 & 17
  61. Bleach manga; Chapter 531, halaman 4 & 17
  62. Bleach manga; Chapter 532, halaman 1-14
  63. Bleach manga; Chapter 397, halaman 16
  64. Bleach manga; Chapter 533, halaman 9-10
  65. Bleach manga; Chapter 397, halaman 6
  66. Bleach manga; Chapter 168, halaman 2-4
  67. Bleach manga; Chapter 132, halaman 18-19
  68. Bleach manga; Chapter 79, halaman 9-13
  69. Bleach manga; Chapter 103, halaman 1-3
  70. Bleach manga; Chapter 100, halaman 18-19
  71. Bleach manga; Chapter 101, halaman 6-8
  72. Bleach manga; Chapter 103, halaman 1-4
  73. Bleach manga; Chapter 129, halaman 17-19
  74. Bleach manga; Chapter 130, halaman 16-19
  75. Bleach manga; Chapter 131, halaman 1-14
  76. Bleach manga; Chapter 171, halaman 7 & 17
  77. Bleach anime; Episode 295
  78. Bleach anime; Episode 295
  79. Bleach manga; Chapter 169, halaman 16
  80. Bleach manga; Chapter 170, halaman 22-23
  81. Bleach manga; Chapter 171, halaman 4-18
  82. Bleach manga; Chapter 173, halaman 1-3
  83. Bleach manga; Chapter 171, halaman 4-18
  84. Bleach anime; Episode 295
  85. Bleach manga; Chapter 173, halaman 1-3
  86. Bleach manga; Chapter 173, halaman 4-19
  87. Bleach manga; Chapter 174, halaman 5-19
  88. Bleach manga; Chapter 175, halaman 3-20
  89. Bleach manga; Chapter 175, halaman 3-20
  90. Bleach manga; Chapter 176, halaman 10-25
  91. Bleach manga; Chapter 177, halaman 6-21
  92. Bleach manga; Chapter 178, halaman 1-11
  93. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-19
  94. Bleach manga; Chapter 178, halaman 1-11
  95. Bleach manga; Chapter 177, halaman 6-21
  96. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-19
  97. Bleach manga; Chapter 177, halaman 6-21
  98. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-19
  99. Bleach manga; Chapter 178, halaman 1-11
  100. Bleach manga; Chapter 177, halaman 6-21
  101. Bleach manga; Chapter 375, halaman 4-7
  102. Bleach manga; Chapter 184, halaman 15-19
  103. Bleach manga; Chapter 186, halaman 4-9
  104. Bleach manga; Chapter 188, halaman 10-14
  105. Bleach manga; Chapter 191-194
  106. Bleach manga; Chapter 197-198
  107. Bleach manga; Chapter 213, halaman 11-17
  108. Bleach manga; Chapter 299, halaman 13-18
  109. Bleach manga; Chapter 236-240
  110. Bleach manga; Chapter 244, halaman 14-19
  111. Bleach manga; Chapter 245, halaman 1-12
  112. Bleach manga; Chapter 249, halaman 12-16
  113. Bleach manga; Chapter 255, halaman 1-12
  114. Bleach manga; Chapter 314, halaman 8-14
  115. Bleach manga; Chapter 315, halaman 14
  116. Bleach manga; Chapter 316, halaman 6-15
  117. Bleach manga; Chapter 334, halaman 5-6
  118. Bleach manga; Chapter 364, halaman 13-19
  119. Bleach manga; Chapter 367, halaman 1
  120. Bleach manga; Chapter 371, halaman 16-17
  121. Bleach manga; Chapter 375, halaman 8-9
  122. Bleach manga; Chapter 375, halaman 18-22
  123. Bleach manga; Chapter 376, halaman 1-7
  124. Bleach manga; Chapter 377, halaman 11-13
  125. Bleach manga; Chapter 383, halaman 10-18
  126. Bleach manga; Chapter 387, halaman 4-13
  127. Bleach manga; Chapter 387, halaman 20-21
  128. Bleach manga; Chapter 389, halaman 4-19
  129. Bleach manga; Chapter 390, halaman 1-8
  130. Bleach manga; Chapter 390, halaman 9-19
  131. Bleach manga; Chapter 391, halaman 1-3
  132. Bleach manga; Chapter 391, halaman 5-7
  133. Bleach manga; Chapter 391, halaman 7-19
  134. Bleach manga, Chapter 392
  135. Bleach manga; Chapter 396, halaman 16-19
  136. Bleach manga; Chapter 396, halaman 1-20
  137. Bleach manga; Chapter 397, halaman 1-19
  138. Bleach manga; Chapter 398, halaman 8
  139. Bleach manga; Chapter 398, halaman 14-18
  140. Bleach manga; Chapter 400, halaman 17-19
  141. Bleach manga; Chapter 401, halaman 1-19
  142. Bleach manga; Chapter 402
  143. Bleach manga; Chapter 402
  144. Bleach manga; Chapter 402
  145. Bleach manga; Chapter 403, halaman 4-19
  146. Bleach manga; Chapter 404, halaman 2-9
  147. Bleach manga; Chapter 405, halaman 9-20
  148. Bleach manga; Chapter 406
  149. Bleach manga; Chapter 407, halaman 13-19
  150. Bleach manga; Chapter 407, halaman 1-5
  151. Bleach manga; Chapter 409, halaman 20-22
  152. Bleach manga; Chapter 410, halaman 14-19
  153. Bleach manga; Chapter 411, halaman 12-19
  154. Bleach manga; Chapter 413, halaman 10-19
  155. Bleach manga; Chapter 414, halaman 3-8
  156. Bleach manga; Chapter 414, halaman 8-20
  157. Bleach manga; Chapter 415, halaman 3, 5-18
  158. Bleach manga; Chapter 416, halaman 4-10
  159. Bleach manga; Chapter 417, halaman 9-19
  160. Bleach manga; Chapter 418, halaman 1-19
  161. Bleach manga; Chapter 419, halaman 3
  162. Bleach manga; Chapter 419, halaman 6-18
  163. Bleach manga; Chapter 420, halaman 1-2
  164. Bleach manga; Chapter 420, halaman 11-17
  165. Bleach manga; Chapter 421, halaman 3-21
  166. Bleach manga; Chapter 423, halaman 2-4
  167. Bleach manga; Chapter 510, halaman 8-9
  168. Bleach manga; Chapter 514, halaman 12
  169. Bleach manga; Chapter 616, halaman 16-17
  170. Bleach manga; Chapter 617, halaman 13-14
  171. Bleach manga; Chapter 617, halaman 17-18
  172. Bleach manga; Chapter 618, halaman 2-8
  173. Bleach manga; Chapter 621, halaman 16-17
  174. Bleach manga; Chapter 622, halaman 1-3
  175. Bleach manga; Chapter 622, halaman 6-17
  176. Bleach manga; Chapter 623, halaman 1-10
  177. Bleach manga; Chapter 624, halaman 1-6
  178. Bleach manga; Chapter 416, halaman 7-9
  179. Bleach manga; Chapter 135
  180. Bleach manga; Chapter -99, halaman 1-15
  181. Bleach manga; Chapter 278, halaman 15-17
  182. Bleach manga; Chapter 175, halaman 13
  183. Bleach manga; Chapter -17, halaman 17
  184. Bleach manga; Chapter 532, halaman 5
  185. Bleach manga; Chapter -101, halaman 2-7
  186. Bleach manga; Chapter 101, halaman 20
  187. Bleach manga; Chapter 532, halaman 1
  188. Bleach manga; Chapter 223, halaman 8-13
  189. Bleach manga; Chapter 175, halaman 11-13
  190. Bleach manga; Chapter 229, halaman 14-17
  191. Bleach manga; Chapter -104, halaman 3-4
  192. Bleach manga; Chapter 175, halaman 13-17
  193. Bleach manga; Chapter 176, halaman 19-23
  194. Bleach manga; Chapter 401
  195. Bleach manga; Chapter 173, halaman 5 & 7
  196. Bleach manga; Chapter 175, halaman 7-8
  197. Bleach manga; Chapter 170, halaman 10-13
  198. Bleach manga; Chapter -104, halaman 3-4
  199. Bleach manga; Chapter -108
  200. Bleach manga; Chapter 240, halaman 11-16
  201. Bleach manga; Chapter 314, halaman 10-12
  202. Bleach manga; Chapter 388, halaman 7-10
  203. Bleach manga; Chapter 176, halaman 13-15
  204. Bleach manga; Chapter -107, halaman 14-15
  205. Bleach manga; Chapter 388, halaman 7-10
  206. Bleach manga; Chapter 174
  207. Bleach manga; Chapter 389, halaman 17
  208. Bleach manga; Chapter 390, halaman 8-13
  209. Bleach manga; Chapter 173, halaman 12-13
  210. Bleach manga; Chapters 390-392
  211. Bleach manga; Chapter 403, halaman 11-12
  212. Bleach manga; Chapter 316, halaman 7
  213. Bleach manga; Chapter 245, halaman 10-11
  214. Bleach manga; Chapter 173, halaman 3
  215. 215,0 215,1 Bleach manga; Chapter 376, halaman 1-2
  216. Bleach manga; Chapter 391, halaman 13-15
  217. Bleach anime; Episode 307
  218. Bleach manga; Chapter 174, halaman 14-15
  219. Bleach manga; Chapter 176, halaman 6
  220. Bleach manga; Chapter 390, halaman 14
  221. Bleach manga; Chapter 421, halaman 10-12
  222. Bleach manga; Chapter 423, halaman 2-3
  223. Bleach manga; Chapter 421, halaman 11-12
  224. Bleach manga; Chapter 421, halaman 15-18
  225. Bleach manga; Chapter 171, halaman 9
  226. Bleach manga; Chapter 171, halaman 12-13
  227. Bleach manga; Chapter 176, halaman 15
  228. Bleach manga; Chapter 176, halaman 12-13
  229. Bleach manga; Chapter 170, halaman 21-22
  230. Bleach manga; Chapter 393, halaman 10
  231. Bleach manga; Chapter 170, halaman 10-11
  232. Bleach manga; Chapter 170, halaman 15
  233. Bleach manga; Chapter 173, halaman 7
  234. Bleach manga; Chapter 178, halaman 15-17
  235. Bleach manga; Chapter -99, halaman 19
  236. Bleach manga; Chapter 383, halaman 16
  237. Bleach manga; Chapter 383, halaman 17-18
  238. Bleach manga; Chapter 388, halaman 14-15
  239. Bleach manga; Chapter 390, halaman 12-13
  240. Bleach manga; Chapter 393, halaman 1-3
  241. Bleach manga; Chapter 393, halaman 18
  242. Bleach manga; Chapter 395, halaman 5
  243. Bleach manga; Chapter 395, halaman 15
  244. Bleach manga; Chapter 397, halaman 13
  245. Bleach manga; Chapter 401, halaman 9
  246. Bleach manga; Chapter 402, halaman 17-18
  247. Bleach manga; Chapter 407, halaman 4-5
  248. Bleach manga; Chapter 416, halaman 9
  249. Bleach manga; Chapter 421, halaman 20

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Also on FANDOM

Random Wiki